Baznas Raih Dua Penghargaan ICEA 2018

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meraih dua penghargaan dari Indonesia Community Engagement (ICEA) Award 2018 dalam kategori Komunitas Masyarakat.

Acara penyerahan penghargaan tersebut diselenggarakan di Auditorium Dewan Pers, Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kamis, (20/12).

Ketua Baznas Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas dua penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan ini bisa menjadi penyemangatnya dalam menjalankan program-program dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan penghargaan ini kami semakin sadar bahwa semakin Baznas memperhatikan masyarakat, kredibilitas Baznas terus meningkat. Harus kita syukuri dengan kinerja baik dalam penghimpunan dan pendistribusian yang lebih baik kedepannya,” kata Bambang.

Baca:  Rakor Kemaritiman 2017, Pendekatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Tingkatkan Potensi Kelautan

Mantan Menteri Keuangan ini mengungkapkan, dua penghargaan yang diraih itu, pertama adalah, penghargaan peringkat perunggu, program Zakat Community Development Baznas (ZCD) berupa pengembangan Pembangkit Listrik tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi. PLTMH ini merupakan inovasi Baznas dalam memberikan akses listrik yang dapat memberi dampak jangka panjang.

PLTMH Jambi ini juga diapresiasi oleh lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Development Programme (UNDP), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas juga meresmikan PLTMH terseebut pada September 2018 lalu.

Penghargaan kedua yang diraih adalah, peringkat emas yakni program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) Baznas. Saat ini terdapat 8 KATANA yang berada di Cilacap, Trenggalek, Jakarta, Papua, Sumatera Barat, Yogyakarta, dan Subang. KATANA ini merupakan program yang dikembangkan untuk memunculkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.

Baca:  Baznas Kampanye Penggunaan Produk Ramah Lingkungan di Festival Filantropi Muda 2019

“Kami juga selalu terjun dalam banyak kebencanaan dan kedaruratan. Di Lombok, dan Sulawesi Tengah misalnya, kami juga melakukan program recovery pasca-bencana, dan juga cukup banyak dana dialokasikan ke daerah-daerah bencana,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Ketua Panitia ICEA 2018, SAM August Himmawan mengatakan, dengan penghargaan yang diraih Baznas ini, pihaknya berharap, pelayanannya kepada masyarakat juga kepercayaan masyarakat bisa meningkat.

“Penghargaan ini meningkatkan kepercayaan stakeholders kepada Baznas baik bukan hanya data yang dikelola tapi bagaimana impact kepada stakeholders terkait itu saya rasa sangat penting,” katanya.

Ia menambahkan, dalam melakukan penilaian, ICEA melihat program-program yang dilakukan bagus, bagaimana data-data yang disajikan, dan testimoni-testimoni masyarakat seperti apa programnya berdampak bagi masyarakat. Jika dalam programnya bagus, namun data dalam pelaporannya kurang, maka tim penilai dari ICEA memberikan pertimbangan pemberian nilai. @Rudi

Baca:  Baznas Salurkan Bantuan Kepada Tuna Netra dan Veteran