Apel gelar pasukan Ops Lilin Semeru 2018 Polres Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Menghadapi datangnya perayaan natal dan tahun baru 2019, Polres Ponorogo menggelar apel pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 di depan Paseban alun -alun Ponorogo, Jumat(21/12/2018) .

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Radiant dan dihadiri Forkopimda Ponorogo ini dengan peserta Pasukan Satgasops 1 : 1 peleton pasukan Dalmas, Pasukan Satgasops 2 : 1 peleton pasukan gabungan Staf Polres, Pasukan Polwan, pasukan Satgasops 3 : 1 peleton pasukan Sat Lantas, Pasukan Sat Reskrim, Pasukan Sat Resnarkoba, Pasukan Sat Intelkam, 61 anggota Kodim 0802; 4 anggota POM TNI, 16 personil Dinas Perhubungan; 4 personil anggota Satpol PP; 19 anggota Banser; 21 anggota Pramuka; 21 anggota Senkom; 21 orang anggota Kokam; 12 anggota Orari; 12 orang dari BPBD; 6 orang dari PMI; 20 unit Ranmor dari Sabhara; 2 unit mobil Patwal; 1 unit mobil PLN; 1 unit URC,  1unit mobil BPBD; 1 unit ambulance; 1 unit mobil PMK; 1 unit mobil PMI; 4 unit mobil Sabhara dan 4 unit Backbone Polsek.

Dalam pembacaan amanat Kapolri Jendral Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian oleh Kapolres Ponorogo AKBP Radiant disampaikan bahwasanya apel Gelar Pasukan diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran, bertujuan untuk meninjau kesiapsiagaan personel, melakukan pengecekan sarana dan prasarana pengamanan, serta guna memperkuat soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan dalam pengamanan Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun baru merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, karena diiringi pula dengan penetapan libur nasional.

Polri bersama segenap jajaran TNI dan stakeholders terkait lainnya, menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Lilin 2018”, yang melibatkan 167.783 personel pengamanan.

Operasi kepolisian terpusat dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 23 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019, kecuali pada 13 Polda Prioritas I, yakni Sumut, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, Sulut, Maluku, NTT, dan Papua, dimana kegiatan operasi akan digelar selama 12 hari terhitung sejak 21 Desember 2018.

Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan diantaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping Ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan moda transportasi baik darat, laut, maupun udara, ketersediaan dan stabilitas harga pangan, serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Terkait dengan aksi terorisme, peran Satgas Anti Teror Polda jajaran perlu untuk ditingkatkan. Upaya-upaya preemtive strike terhadap seluruh jaringan pelaku teror perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Selain itu, guna meningkatkan keamanan personel di lapangan, perlu diterapkan buddy system dan peningkatan kewaspadaan personel.

Terhadap potensi aksi sweeping oleh Ormas tertentu, perlu dilakukan imbauan kepada para tokoh Ormas agar tidak melakukan upaya sweeping, melainkan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Selanjutnya, petugas kepolisian  segera merespon sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam menjaga dan mencegah terjadinya kecelakaan moda transportasi baik di darat, laut, dan udara. Kepolisian dan stakeholders terkait dapat melaksanakan upaya proaktif, guna menjamin terwujudnya moda transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan yang banyak dipengaruhi oleh kelancaran suplai dan distribusi, saya menekankan agar seluruh jajaran terus melakukan kegiatan pendampingan dan operasi pasar secara bersama dengan seluruh instansi terkait. Jika perlu, lakukan penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku penimbunan, monopoli, dan mafia pangan secara tepat, yang tidak menimbulkan dampak kontra produktif.

Usai diselenggarakan apel gelar pasukan Ops Lilin Semeru 2018 Polres Ponorogo dilanjutkan dengan pemusnahan miras ilegal sebanyak 1.350 liter.