Baznas Bantah Pasang Spanduk Larangan Perayaan Natal

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membantah keras dan tidak mengeluarkan kebijakan yang berisi larangan perayaan Natal di tempat selain gereja.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Baznas Arifin Purwakarta dalam coffee morning kepada wartawan di Kantor Pusat Baznas, Menteng, Jakarta, Jum’at (21/12/2018).

Menurut Arifin, Baznas mengklarifikasi hal ini lantaran beredar dan sedang viral di media sosial berupa spanduk berisi larangan perayaan Natal di tempat selain di gereja yang kejadiannya terjadi di Pandeglang, Jawa Barat.

“Kemarin (Kamis 20/12/2018 — red.) saya mendapat laporan dari masyarakat adanya spanduk berisi pernyataan warga Pangandaran melarang perayaan Natal dengan mencantumkan logo Baznas dan MUI (Majelis Ulama Indonesia). Padahal kami belum bekerjasama dengan mereka dan isi spanduk tersebut sangat sensitif berbau SARA,” ungkap Arifin geram.

Baca:  Baznas Kampanyekan Siaga Dengan Berbagi

Ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Baznas Provinsi Jawa Barat, Baznas Kabupaten Pangandaran, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, dan Majelis Ulama Indonesia setempat, serta pihak berwajib untuk mencari oknum pelaku yang memasang spanduk dan bertanggung jawab hal tersebut.

“Spanduk Pangandaran tersebut dipastikan bukan dari Baznas maupun dari MUI. Logo Baznas telah dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami menyayangkan ada pihak-pihak yang menggunakan nama Baznas untuk membuat sesuatu yang kontraproduktif dengan ajakan kebaikan yang selama ini kami lakukan,” katanya.

Ia memaparkan, sudah melakukan penelusuran terhadap lokasi pemasangan spanduk dan pihak yang melakukan pemasangan spanduk. Bahkan, tim Baznas Kabupaten Pangandaran saat sampai di lokasi pemasangan spanduk, namun spanduk tersebut sudah tidak nampak.

Baca:  Baznas dan Bukalapak Sinergikan Bayar Zakat Secara Digital

Menurutnya, walaupun dirundung isu SARA, Baznas tetap fokus pada pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yakni melakukan pengelolaan zakat, sehingga pasti tidak akan melakukan tugas lain selain yang diamanatkan peraturan perundang-undangan.

“Sebagai lembaga pemerintah, Baznas menghimbau semua warga untuk saling menghormati dalam menjalankan hak-haknya, termasuk hak untuk beribadah dengan baik dan benar guna menjaga kerukunan, persatuan, dan keamanan negara dan masyarakat,” katanya.

Arifin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas perhatian yang diberikan dalam peristiwa ini, khususnya kepada para pihak yang langsung menghubunginya sehingga dapat membantu dalam memberikan klarifikasi lebih cepat.

Selain itu, ia juga berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui berbagai layanan kemudahan yang disediakan.

Baca:  Ajinomoto Sumbang Rp 1 Miliar Untuk Tenaga Medis Tangani Covid-19 Melalui Baznas

“Kami selalu mengedepankan langkah-langkah koordinatif dan tabayyun terhadap semua pihak terkait pada setiap masalah yang berpotensi menimbulkan gesekan dan kesalahpahaman serta menyelesaikan secara musyawarah,” tutur Arifin. @Rudi