Baznas Kenalkan Batik Sebagai Nation Brand Kepada Mahasiswa

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengenalkan batik sebagai Nation Brand kepada para mahasiswa Universitas Muhammadiyah, Jakarta.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan batik sebagai Nation Brand untuk menjaga identitas bangsa, meningkatkan ekspor, investasi, pariwisata. Keterlibatan Baznas ini untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahik dan mahasiswa nantinya sebagai generasi penerus pemimpin bangsa.

“Nation Brand saat ini tengah tren di berbagai negara maju sebagai cara untuk memperkenalkan identitas bangsa dan memberikan citra positif bagi masyarakat internasional yang dapat memberikan dampak positif di bidang ekonomi,” ujar Arifin kepada Kanalindonesia.com dalam talk and fashion show Rumah Batuk dan Tenun Indonesia di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Ia menjelaskan keterlibatan para Mahasiswa Muhammadiyah, Jakarta nantinya sebagai penerus bangsa akan mewarisi batik agar tidak punah.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru, mengungkapkan Baznas mengembangkan program pemberdayaan Rumah Batik dan Tenun Indonesia untuk para perajin kain tradisional di berbagai daerah.

Baca:  Sarwo Edhy: Kartu Tani Digunakan Secara Nasional di Tahun 2020

Program ini menjadi marketing board bagi program-program pemberdayaan kain berbasis dana zakat, infak, dan sedekah yang dilaksanakan BAZNAS.

“Kami ikut mempromosikan batik sebagai Nation Brand dengan harapan, secara optimal batik bisa lebih dikenal di dunia internasional yang tentu berdampak bagi perekonomian bangsa. Namun, banyak pengrajin kain batik mau pun tenun di berbagai daerah di Indonesia masih berada pada garis kemiskinan. Untuk itu, Baznas melakukan pemberdayaan yang diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para mustahik,” jelas Randi.

Menurutnya, saat ini terdapat tiga wilayah pengemgbangan program pemberdayaa Rumah Batik dan Tenun Indonesia yang dikelola Baznas, yakni di Tuban yang memproduksi batik, kain tenun di Ende NTT, dan kain songket di Sambas Kalimantan Barat.

Baca:  Peduli Sesama, Baznas Hadirkan Film Iman Di Pangkuan Sang Fakir

Tim kerja Baznas melakukan pendampingan berupa pelatihan, pemberian modal, produksi, dan membantu. Dengan dilakukannya pemberdayaanya ini, pendapatan warga yang sebelumnya jauh di bawa upah rata-rata wilayah, bisa meningkat lebih dari rata-rata tersebut.

“Rumah Batik dan Tenun Indonesia yang dikembangkan Baznas dalam produksinya juga menerapkan konsep ramah lingkungan, bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam. Ini tentu bisa lebih membuat penyebaran ‘Nation Brand’ bisa lebih optimal,” kata Randi.

Ia memaparkan, untuk meningkatkan pemasaran dan kualitas produk, serta mengenalkan lebih luas Nation Brand, pihaknya mendorong para perajin untuk mengikuti berbagai acara pameran skala nasional maupun internasional.

Pada November 2018 lalu, kain batik dan tenun hasil perajin binaan Baznas, dipamerkan di acara EcoFashion Week di Jakarta yang digelar untuk pertama kalinya di Indonesia.

Baca:  ITF Dukung Penyelesaian Persoalan SPKA dengan Direksi KAI Terkait PKB

Selain itu, produk hasil Rumah Batik dan Tenun Indonesia juga dipamerkan di Surabaya dalam acara International Sharia Economic Forum (ISEF) Fair yang merupakan kegiatan pendamping untuk konferensi internasional yang diselenggarakan Bank Indonesia dan diikuti oleh delegasi dari berbagai negara.

Acara Fashion show di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini merupakan  ketiga kalinya produk para perajin dipamerkan dalam booth khusus dan diperagakan oleh para model profesional.

“Dengan partisipasi dalam acara seperti ini, bisa meningkatkan semangat para mustahik perajin di daerah, tentu akan banyak kesempatan bermitra dengan banyak pihak di level profesional yang bisa meningkatkan kesejahteraan para mustahik,” tutur Randi. @Rudi