Polri dan Banser Ungkap Misteri Mayat yang Diangkut dengan Bentor dari Batang ke Kendal

tengah kemeja merah garis, Ahmad Zubaidi, memberikan keterangan pada ketua PC Ansor Kendal, saat takziah

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Warganet di Kendal digemparkan kabar adanya mayat yang diangkut dengan becak motor pada Sabtu (22/12) malam.

Dalam unggahan di Facebook yang kemudian berantai itu, disampaikan bahwa mayat itu dibawa dengan bentor dari Batang menuju Kendal karena ditolak oleh warga setempat untuk dimakankan dengan alasan bukan asli warga setempat.

Selain itu, sebelum meninggal almarhumah dan anaknya diminta meninggalkan rumah kontrakan karena tak sanggup membayar uang sewa. Menanggapi informasi itu, komentar dari warganet pun beragam. Dari yang merasa prihatin, mengecam hingga menganggapnya sebagai berita hoax.

Anak almarhumah Ahmad Zubaidi (23) mengaku membawa ibunya dari Desa Lebo, Kecamatan Grinsing, Kabupaten Batang karena rumah yang mereka tempati sudah habis kontrak. Dia bersama ponakannya membawa sang ibu yang sedang dalam kondisi sakit menuju Kendal dengan menggunakan bentor.

Nahas setelah tiba di Desa Salakan, Weleri, setelah maghrib, sang ibu didapati telah meninggal dunia. Saat itu dia masih mencari-cari tempat di sekitaran Weleri untuk tinggal dia dan ibunya, tapi belum tahu akan kemana karena di daerah asal orang tuanya ini mereka tak punya rumah. Dia sempat berniat untuk memakamkan ibunya di desa itu, namun karena bukan warga setempat disarankan untuk melapor ke kepolisian.

Akhirnya dibawalah jenasah ibunya itu menuju Desa Karanganom, tempat dimana dulu keluarganya pernah tinggaL mengontrak.