Berdalih Tak Temukan Tindak Pidana Korupsi, Kasus OTT Puskesmas Pule dilimpahkan ke Inspektorat Pemkab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Polres Trenggalek, Jawa Timur akhirnya melimpahkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar dana kapitasi Puskesmas Pule, ke Inspektorat Pemkab setempat. Lantaran polisi berdalih dari hasil gelar perkara awal, tidak ditemukan adanya tindak pidana korupsi.

“Tidak ditemukan adanya pidana korupsi pada OTT pungli dana kapitasi. Namun ada rekomendasi dua hal yakni, pertama perlu di dalami adanya penggelapan dana itu secara pribadi apakah penggelapan murni atau dalam jabatan,” jelas Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana, Jumat (21/12/2018).

“Dari hasil penelusuran penggunaan dana kapitasi ini, ternyata tidak ada yang masuk ke rekening pribadi atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Semua digunakan dalam bentuk kegiatan yang dipertanggung jawabkan dengan pembukuan dan dokumen pendukung,” tambah dia.

Dijelaskan Andana, laporan pertanggung jawabannya dana tersebut ditujukan kepada anggota yang bersangkutan. Sehingga dari situ tidak terbukti unsur penggelapan dalam jabatan atau penggelapan murni pidana umumnya.

“Namun penyidik terus melakukan pendalaman, hingga meminta keterangan dari Aparatur Pengawas Instansi Pemerintah (APIP). Hingga rekomendasi dari Apip dan membenarkan bahwa itu termasuk dari pungli, karena tidak diperkenankan pegawai negeri menggali dana diluar payung hukum yang ada,” ungkap Sumi.

Dari hal tersebut maka penyidik mengambil kesimpulan, perkara ini merupakan pelanggaran disiplin pegawai yang berkaitan dengan keuangan tata kelola negara.

“Maka rekomendasi tersebut, untuk melakukan memutuskan gelar perkara dan perkara ini kemudian kita limpahkan kepada APIP yakni inspektorat Trenggalek, juga telah dilayangkan surat kepada Bupati dari Kapolres dengan nomor 1900/XII/Satreskrim tanggal 13 Desember 2018 beserta barang bukti uang OTT sebesar Rp 28 juta,” tegas Sumi Andana.

Sebelumnya, Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten Trenggalek, melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Petugas berhasil mengungkap kasus dugaan pungutan liar (pungli) terkait iuran jasa pelayanan kesehatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terjadi di Puskesmas Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Bedasarkan dugaan tersebut, Polres Trenggalek, telah mengamankan barang bukti berupa amplop sebanyak 48 lembar berisikan uang total Rp 28.719.000. Buku catatan pengelolahan iuran jasa pelayanan, dan stofmap dokumen pemberian jaspel triwulan I dan II.

Selain itu, satu bendel laporan penggunaan dana taktis, satu buah order berisikan kwitansi dan nota penggunaan dana tektis. serta satu unit PC, satu unit monitor dan satu unit printer.(ham)