Polisi Tangkap Ketua Koperasi Fiktif yang Melakukan Penipuan dengan Menjanjikan Keuntungan 15 Persen/Bulan

Tersangka saat diamankan di Polres Mojokerto                                                                          ( foto : Elo_KIcom)

KANALINDONESIA.COM :HP (44) warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto harus berurusan dengan Polres Mojokerto Kota, pasalnya HP yang merupakan ketua koperasi fiktif ini telah melakukan penipuan mencapai Rp226 juta dengan menjanjikan keuntungan 15 persen tiap bulan.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto Kota, AKP Agus Purnomo menuturkan, pelaku mengaku memiliki koperasi namun setelah dilakukan pengecekan, koperasi tersebut belum mempunyai izin.

Baca:  Perindo Kota Mojokerto Disambangi WALI

“Pelaku mengatakan dalam proses izinnya tapi dicek tidak ada, jangankan izin, alamat koperasinya juga tidak ada,” ungkapnya.(22/10/2016)

Masih menurut Kasubbag Humas, ada tiga nasabah yang melaporkan pada bulan Desember 2015 dengan total penipuan mencapai Rp226 juta. Untuk mengaet nasabahnya, pelaku mengiming-iming keuntungan sebesar 15 persen per bulan dengan batas pembayaran pada 30 September 2016 lalu sesuai surat penyataan yang dibuat oleh pelaku.

“Koperasi fiktif pelaku sudah beroperasi sejak tahun 2015 lalu dan tiga nasabah yang menjadi korban pelaku melaporkan pada bulan Desember 2015 lalu. Pelaku menjanjikan akan memberikan keuntungan 15 persen per bulan namun kenyataannya, para nasabah tidak menerima apa yang dijanjikan pelaku,” paparnya.

Baca:  Deklarasi Pemilu Damai dan Anti Korupsi Diikrarkan Peserta Jambore Pemuda Jatim 2018

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Andria Diana Putra mengatakan, bahwa pelaku mengaku sebagai Ketua Koperasi Majapahit Makmur Mandiri yang beralamat di Ruko Terminal Kertajaya, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

“Tapi setelah dicek tidak ada, izin juga tidak punya. Ada tiga nasabah yang melaporkan pelaku,” tegasnya.

Masih menurut keterangan Kasat, masing-masing uang nasabah yang disetor ke pelaku yakni sebesar Rp90 juta, Rp50 juta dan Rp86 juta dengan total Rp226 juta. Selain tidak ada kantor dan izin, struktur pengurus koperasi pelaku juga fiktif. Dari hasil penyelidikan, lanjut Kasat, pelaku melakukan aksi penipuan seorang diri karena pelaku berhubungan sendiri dengan para nasabahnya.

Baca:  Estafet Giliran PU Pengairan Jombang Digeledah KPK

“Kita sudah amankan barang buktu berupa kwitansi penyetoran uang nasabah serta surat pernyataan. Kita masih mengembangkan kasus ini, apakah masih ada nasabah lain yang menjadi korban pelaku. Pelaku kami jerat dengan Pasal 178 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman kurang dari lima tahun,” pungkasnya.(elo)