Ratusan Masa PSHT Cabang Pacitan Geruduk Pengadilan Negeri Pacitan

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Ratusan masa Setia Hati Teratai ( PSHT) cabang Pacitan yang membawa spanduk bergambarkan hati bercat merah dan putih, berkumpul di halaman Pengadilan Negeri Pacitan, Kamis ( 27/12/2018).

Masa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang datang dari 12 kecamatan se kabupaten Pacitan, mereka bertujuan hendak mengawal sidang kasus dugaan penganiayaan terhadap korban AS (16) pada saat melakukan latihan bersama di desa Sugih Waras Kecamatan Pringkuku, dengan terdakwa Yakni VF (17 ), GCP (17).

Dalam sidang tersebut, kuasa hukum PSHT R. Eko Supriyanto,SH .MH mengajukan eksepsi yang didakwakan jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada keduanya VF dan GCP yang mengarah hukum pidana yang didakwa sebagai ranah penganiayaan.

“Kami akan tetap mengawal dan mengajukan eksepsi atas peristiwa ini, memjadi ranah pidana. selain itu JPU harus bisa membuktikan sesuai pasal 183 dan 184 KUHP dengan bukti visum Repertum dari dokter ahli forensik bedah mayat dan itu adalah alat bukti yang sah,” jelas R. Eko Supriyanto, SH. MH kuasa hukum kedua terdakwa.

Baca:  Serius Tangani Covid-19, Gontor Dedikasikan Gedung Tiga Tingkat untuk Satgas Covid-19

masih menurutnya, dalam hal ini JPU tidak bisa membuktikan hasil visum Repertum dari ahli forensik, maka kami meminta kepada hakim yang mulia, proses hukum saat ini ini tidak bisa diteruskan ” batal demi hukum atau cacat formil , karena tidak bisa memenuhi unsur bukti surat keterangan dari ahli forensik. Itu bukan kata saya, tetapi sesuai dalam kitab undang-undang yang berlaku ” karena hasil visum Repertum itu adalah bukti jika orang tersebut disebabkan karena dianiaya dan tidaknya ” untuk itu kami sebagai kuasa hukum PSHT meminta kepada JPU untuk bisa membuktikan hasil visum Repertum dari dokter ahli forensik,”tegasnya.

Dipenghujung acara sidang, R. Eko Supriyanto,SH.MH kuasa hukum kedua terdakwa saat berbincang dengan Kapolres Pacitan AKBP Sugandi, juga menyampaikan ” jika pada tanggal 3/1/2019 nanti sampai keranah pidana dimungkinkan akan ada pengerahan masa yang lebih banyak dari sekarang ini, itu amanah dari ketua PSHT Madiun yang disampaikan R. Eko Supriyanto kepada Kapolres Pacitan.

Baca:  Lompati Median Jalan, Pick Up di Lamongan Dihantam Fuso Hingga Tewaskan Sang Pengemudi

Dalam kesempatan itu, AKBP. Sugandi juga mejelaskan ” kasus tersebut sudah di periksa, baik itu penyidikan, dan pemberkasan. begitu juga dengan kejaksaan dan saat ini sudah dilimpahkan ke pengadilan negeri untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, apapun yang disampaikan oleh kuasa hukum PSHT itu sah -sah saja, namun semua itu penentunya bagaimana pihak pengadilan negeri yang memutuskan.

” sedangkan untuk jumlah personil yang kami terjunkan dalam pengamanan ini sebanyak 200 personil. Dalam hal ini kami sangat berterima kasih atas kerja samanya kepada semua anggota PSHT yang telah menjaga ketertiban keamanan dalam persidangan ini, terkait dengan mengajuan Eksepsi itu hak mereka, dan proses hukum tetap berjalan sesuai dengan prosedur yang ada,” tambahnya.

Baca:  Harga Cabe di Sumenep Meroket

Sedangkan adanya pengerahan masa yang lebih banyak pada tanggal 3/1/2019 nanti, kami Polres pacitan juga akan berusaha meminta bantuan dari Polres luar kota untuk penambahan personil untuk pengaman. Selain itu kami juga akan melalui pendekatan secara persuasif dengan para tokoh PSHT sekarisidenan madiun dengan tujuan agar kondusif dan menghormati prosesur hukum yang dilalui oleh pengadilan negeri,” pungkas Kapolres. (Bc)

WELAS ARSO