PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura mengajak ibu-ibu PKK Desa Ngilo-ilo mengenal budikdamber dan membuat dawet dari ikan lele, Minggu (11/07/2021).

Salah satu mahasiswa pengabdian masyarakat LPPM UTM, Lia Nuraini Sholehah dari kelompok 58 dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) Arief Setyawan, S.Pd.,M.Pd mengadakan program kerja pelatihan pembuatan budikdamber dan dawet ikan lele. Kegiatan pelatihan tersebut bertujuan untuk mengenalkan ibu-ibu PKK tentang budikdamber dan olahan dawet yang terbuat dari ikan lele, serta berharap dapat membantu meningkatkan sumber penghasilan masyarakat di tengah masa pandemi.

Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) sendiri merupakan salah satu teknik pengembangan media budidaya ikan yang dilakukan dalam ember. Budikdamber menjadi inovasi wadah budidaya yang memiliki 2 peran sekaligus dalam kegiatan budidaya, yakni sebagai budidaya ikan dan sayuran. Keuntungan menggunakan budikdamber diantaranya tidak memerlukan lahan luas, pemeliharaan yang mudah, mudah dibuat dan harga tidak mahal, serta hasil budidaya ikan dapat dijual ataupun dapat diolah langsung contohnya menjadi olahan dawet lele.

Pelatihan pembuatan budikdamber dan dawet lele dilaksanakan pada Minggu, (11/07/2021) di rumah Sukatin, warga Desa Ngilo-ilo kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan pelatihan ini melibatkan ibu-ibu anggota PKK desa Ngilo-ilo berjumlah 12 orang. Kondisi saat ini yang masih ditengah pandemi covid, selama pelaksanaan kegiatan tetap menaati dan menerapkan protokol kesehatan.

Reni, selaku ketua PKK Desa Ngilo-ilo mengungkapkan bahwa, “dulu saya pernah mendapatkan pelatihan membuat dawet ikan di kabupaten, tetapi belum pernah mendapatkan pelatihan yang budikdamber.” jelasnya.

Sementara untuk ibu-ibu anggota PKK yang lain, menyebutkan jika sebelumnya mereka belum pernah mendapatkan pelatihan pembuatan budikdamber dan dawet ikan lele.

Pembuatan budikdamber sangat sederhana dengan memanfaatkan barang-barang bekas seperti ember bekas, botol bekas, kawat, gunting, arang dan tanah serta benih ikan. Selain untuk kegiatan budidaya, pembuatan budikdamber juga menjadi salah satu upaya memanfaatkan barang bekas. Sementara dalam pembuatan dawet ikan lele, bahan yang digunakan meliputi tepung beras, tepung kanji, ikan, agar-agar dan bahan pelengkap lainnya seperti gula merah dan santan. Syarat utama pembuatan dawet ikan lele ini yaitu menghilangkan bau amis pada ikan, dengan memberikan perasan jeruk nipis atau jahe.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat LPPM UTM ini, ibu-ibu PKK dapat mendapatkan materi, pengenalan serta pelatihan secara langsung dalam membuat budikdamber dan olahan dawet ikan lele. Selain itu, ibu-ibu PKK tersebut juga bisa mencicipi sendiri bagaimana cita rasa dari dawet yang diolah dari bahan hasil perikanan.

“Budikdamber dapat menjadi peluang berwirausaha ditengah pandemi seperti ini, dapat menambah pemasukan ekonomi. Tak terkecuali untuk dawet ikan lele, dapat mencoba merintis usaha sampingan jualan dawet ikan lele. Rasanya yang enak, tidak amis dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi bisa dikonsumsi sendiri dan sangat bisa untuk jual.” ucap Lia pada Minggu, (11/07/2021).

OLEH :

Lia Nuraini Sholehah

Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here