Menejement Hotel Front One Dilaporkan ke Polisi, Penyidik Polres Pamekasan Panggil Wartawan

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM: Polemik Dugaan Pihak Hotel Front One tidak mengantongi beberapa dokumen perijiinan, hingga kini masih terus bergulir. Buntut panjang dari persoalan itu, Kamis 03 Januari 2019, pihak Menejemen hotel Front One harus menjalani proses penyidikan Mapolres Pamekasan, yang juga melibatkan Wartawan Media Telvisi untuk memberikan keterangannya terkait statement Menejemen Hotel yang dilaporkan oleh Laskar Merah Putih lantaran diduga telah mencemarkan mana baik Lembaganya.

Proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Mapolres Pamekasan terhadap Menejement Hotel Front One atas dasar laporan Laksar Merah Putih (LMP) yang melaporkan Menejement Hotel Front One terkait Statemen Direktur Hotel Front One, Bernatha Brondiva-red dalam Press Conference yang diduga telah mencemarkan nama baik lembaga LMP, dilakukan disalah satu ruang penyidik Mapolres Pamekasan sekira pukul 13.00 Wib.

Sementara salah Nanang Sufianto, seorang jurnalis TV lokal Madura Chenel 44 UHF yang juga dihadirkan untuk dimintai penjelasannya terkait maksud dan tujuan Statement pihak Managemen Hotel Front One yang menyatakan aksi demonstrasi LMP pada (12/12/2018) kemaren itu dinyatakan aksi premanisme, di lakukan di ruang lidik tipikor mapolres pamekasan.

Nanang Sufianto, kepada penyidik Polres Pamekasan menjelaskan, bahwa rekaman video statement Direktur Hotel Front One yang berdurasi hanya beberapa menit dan telah tayang di media stasiun televisi Madura Chenel TV itu, diambil di saat Direktur Hotel setempat memberikan keterangan resmi kepada puluhan awak media dalam acara komfrence pers yang digelar pihak menejement hotel setempat.

“Statement Direktur Hotel yang saya rexord video saat memberikan keterangan resmi kepada awak media itu berdurasi hanya sebentar, namun bagi kami itu poin statement yang merupakan hots isu untuk pemberitaan” kata Nanang, Wartawan Media Televisi Lokal Madura Channel TV. Kamis (03/2019).

Nanang menjelaskan, saat dirinya ditanya penyidik akan maksud pernyataan premanisme yang dilakukan oleh pihak managemen Front One itu kepada siapa, dirinya hanya menjawab bahwa statement itu secara umum tertuju kepada ormas LMP yang telah bisa melakukan penutupan paksa hotel yang bukan berwenang.

“saya rasa pernyataan itu lebih tertuju kepada pihak LMP yang pada saat usai berdemo, massa ormas itulah yang telah bisa menutup paksa hotel selain yang berwenang,” jelasnya kepda penyidik.

Lebih lanjut, kata dia, penyidikan yang dilakukan Polres Pamekasan terhadapnya itu sebagai bentuk bukti kongkrit atas pelaporan LMP yang tidak terima dirinya dinyatakan tindakan premanisme.

“Katanya atas dasar laporan dari Laskar Merah Putih. Intinya rekaman video yang saya muat itu valid dan tidak mereka-reka,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP. Hari Siswo Suwarno saat dihubungi melalui via telepon selulernya enggan memberikan komentar. “Tak usah biar tidak tambah keruh keadaan,” katanya. (IFA/NANG)