Tapak Suci Duduki RS. Muhamadiyah Kediri

 

KANALINDONESIA.COM :  Organisasi Otonom Muhammadiyah ( Ortonom) Tapak suci wilayah Kota kediri, duduki Rumah Sakit Muhamadiyah (RSM) Ahmad Dahlan Kota Kediri, Senin.

Kedatangan Ortonom Tapak suci di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan ini adalah untuk mengamankan aset RSM yang saat ini menagementya dikuasai oleh Pimpinan Wilayah Muhamadiyah ( PWM ) Jatim usai membekukan Pimpinan Daerah Muhamadiyah ( PDM ) Kota Kediri beberapa pekan yang lalu.

Cecep Yasin Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umat ( MPKU ) Muhamadiyah Kota Kediri dalam keteranganya membenarkan bila pihak Ortonom Tapak suci saat ini mengamankan RSM Dahlan Iskan.

“Iya mas, benar saya siapkan 100 pendekar Tapak Suci guna mengamankan aset RSM dari jarahan oknum yang mengatasnamakan PWM,”kata Cecep, melalui telepon selulernya, Senin(24/10/2016).

Baca:  ​Hemat Energi Dan Air Menuju Indonesia Emas 2045

lanjut Cecep menjelaskan, “kami melangkah ini demi aset RS milik umat Muhammadiyah, dan juga kami melakukan pengamanan dengan batas waktu tak tentu, sampai gugatan PDM ke PWM disidangkan, “kata Cecep.

Selain itu, Ortonom juga menanyakan akan status direktur RSM yaitu Dr. Erika yang sudah mengundurkan diri, namun tetap menjabat sebagai direktur Rumah Sakit.

“Status direktur itu sudah mengundurkan lewat PDM Kota Kediri, namun kenapa saat ini PWM mengangkatnya lagi tanpa adanya koordinasi dengan PDM dan justru membekukan  PDM,” ungkap Cecep.

Terpisah, Thohir Ludz yang saat ini menjabat Plt.PDM Kota Kediri, saat dikonfirmasi hanya menjawab singkat,”semoga segera reda, iya kita doakan semoga reda,”jawaban singkat Thohir Ludz, melalui telepon selulernya, Senin(24/10/2016).

Baca:  Inilah 29 Kegiatan Investasi Ilegal yang Dihentikan OJK

Pada berita sebelumnya dituliskan karena Pimpinan Pusat ( PP) Muhamadiyah tak memberikan jawaban atas pengiriman surat pihak Pimpinan Daerah ( PD) Muhamadiyah atas pembekuan struktur kepengurusan PD Muhamadiyah periode 2016 – 2021 Kota Kediri, akhirnya ketua PD Muhamadiyah Kota Kediri dengan kesepakatan semua pengurus dan umat Muhamadiyah akhirnya membawa polemik PD Muhamadiyah ke ranah hukum dengan menggugat Pimpinan Wilayah ( PW ) Muhamadiyah Jatim.

“Gugatan kami sudah kami ajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jatim pada tanggal 14 kemarin. Dan inti pokok dalam gugatan kami adalah ” melawan arogansi dan kesewenang-wenangan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah yang telah membutakan, munulikan telinga, membungkam dan menyingkirkan Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kota Kediri yang telah dipilih umat sesuai kaidah Muhammadiyah, “kata Profesor Fauzan Saleh sebagai ketua PDM terpilih Kota Kediri yang baru bulan Maret 2016 lalu dilantik.(G Marmoyo)

Baca:  PUTR Gresik Melaksanakan Bintek Untuk 240 Tenaga SMKK Baru