Tingkatkan Kemampuan Ibu-ibu Pesisir Pantura, PKBM Sunan Drajat Adakan Pelatihan Pengolahan Ikan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Puluhan Ibu-ibu warga masyarakat Desa Warulor, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan belajar bersama membuat olahan makanan dari bahan dasar ikan di Pondok Pesantren Nurul Huda yang berada di desa setempat, Senin (07/01/2019).

Kegiatan belajar yang dilakukan ibu-ibu ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sunan Drajat yang bertempat di Pondok Pesantren Nurul Huda. Kegiatan rutin ini sudah hampir setahun lebih mereka lakukan sebagai sarana belajar mereka dalam mengembangkan segala hal yang berhubungan dengan potensi yang ada di Desa Warulor tersebut.

Desa Warulor merupakan desa yang berada di pesisir pantai Laut Jawa, kehidupan masyarakatnya mayoritas sebagai nelayan. Oleh karena itu, PKBM Sunan Drajat dibentuk untuk bisa meningkatkan kemampuan ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut untuk bisa meningkatkan kualitas perempuan agar lebih trampil dan produktif.

 

Menurut Ummu Kholifah, Pembina PKBM Sunan Drajat, Selama ini kegiatan ibu-ibu di Desa Warulor banyak yang pasif, hanya membantu suami yang berprofesi nelayan dan mengurus anak yang secara rutin mereka lakukan. Sebetulnya ada waktu yang luang yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih produktif dengan meningkatkan ketrampilan mereka.

“Di sini banyak nelayan yang menghasilkan ikan, namun selama ini ikan-ikan itu hanya dikonsumsi hanya sebagai lauk peneman makan nasi saja padahal banyak makanan lainnya yang bisa dibuat dengan bahan dasar ikan,” terangnya.

Berkat pengalamannya sebagai Ketua DPC. PERWIRA (Perempuan Wirausaha Indonesia) Kabupaten Lamongan yang mengharuskannya sering berkeliling kota dan mengenal banyak makanan olahan, maka dia mencoba membagi ilmunya kepada ibu-ibu di desanya. Pada awalnya banyak hambatan, namun semua dilakukannya dengan kesabaran sehingga seperti sekarang ini.

Warga belajar yang mengikuti kegiatan tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok dalam kurun waktu setiap enam bulan harus menghasilkan satu produk makanan olahan baru sebagai satu bukti peningkatan kualitas kelompok tersebut. Dan itu terbukti, banyak olahan-olahan yang dihasilkan oleh kreatifitas warga belajar tersebut.

Dengan nama yang cukup menarik, makanan olahan hasil warga belajar ini dipasarkan ke masyarakat seperti Cimi-Cimi (cicipan ala cumi), Krakas Pangkas (sejenis ikan kering), Prol Tape, Bronis, Krupuk Ikan laut. Bahkan ada beberapa makanan olahan dari PKBM Sunan Drajat ini yang dikirim ke Kalimantan dan Malaysia.

Salah satu warga belajar, Sholikah (40) mengatakan kepada Kanalindonesia.com, kalau kegiatan ini sangat bermanfaat kepada ibu-ibu di sini. Setiap hari Jum’at mereka berkumpul di aula pondok pesantren ini untuk belajar. “Hari Jum’at kan hari ibu istilah kami di sini, jadi kami gunakan untuk belajar,” katanya sambil tertawa.

Jurnalis : omdik/ferry

Editor : Arso

WELAS ARSO