Terlibat Penganiayaan 3 Pelajar di Trenggalek Berurusan dengan Polisi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: RDS(20) , warga Lingkungan Kampung Baru,  MHN(15), warga  RT 32, RW 5,  dan DIM (18) keduanya warga  Dusun Gares yang juga kesemuanya masuk wilayah  Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur harus berurusan dengan polisi setempat.

Ketiganya telah ditetapkan Polres Trenggalek , termasuk Dwi Izam Mahrobi , yang kini masih berstatus DPO, diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap sebut  DHY (18),  pelajar warga Desa Tasikmadu, yang masih tetangga para pelaku.

Selain menyebabkan luka memar pada beberapa bagian tubuh korban, akibat pengeroyokan tersebut sepeda motor korban juga ikut rusak .

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, para pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap korban DHY yang masihB berstatus pelajar ini berjumlah 3 orang, sekarang 2 pelaku sudah diamankan oleh petugas dari Unit Reskrim Polsek Watulimo dan dalam proses penyidikan.

“Ketiganya masih dalam status pelajar,” ungkapnya.

Dikatakannya, sesuai hasil olah TKP dan penyidikan, tindak pidana yang terjadi pada hari Minggu tanggal 23 Desember 2018 sekira pukul 01.00 WIB itu dilakukan ketiga pelaku dengan  tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba para pelaku mendatangi korban dan melakukan tindak pidana berupa kekerasan dengan cara memukuli korban hingga mengalami sakit, luka memar, luka gores dan bahkan motornya rusak.

“Pelaku memukuli korban itu tanpa sebab yang jelas, bahkan sepeda
motor juga ikut dirusak ketiganya,”katanya.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban pun melapor ke Polsek Watulimo. Dan polisipun melakukan olah TKP dan langsung memburu pelaku.

“Menerima laporan dari korban, jajaran Polsek Watulima langsung bergerak melakukan olah TKP dan serangkaian penyelidikan hingga menangkap kedua pelaku,” ujarnya.

Hingga akhirnya ,  dua pelaku diamankan beserta beberapa barang bukti, berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna biru putih Nopol AG 2532 YAL kondisi rusak (milik korban), satu buah kaca spion sepeda motor kondisi rusak (milik korban) dan kaos lengan panjang warna hitam abu-abu kondisi robek di kerah bagian depan.

“Kedua pelaku berikut barang bukti telah kita amankan untuk melengkapi
berkas perkara,”tandasnya.

Untuk satu pelaku atas nama Mohammad Hadi Nurofik alias Jamal, masih lanjut AKBP Didit,  tidak dilakukan penahanan karena masih tergolong usia anak-anak dan telah diserahkan kepada orang tua dalam kondisi sehat jasmani dan rohaninya  serta telah dibuatkan berita acara penyerahan.

“Tersangka atas nama Mohammad Hadi Nurofik tidak kita tahan karena
masih usia anak-anak,”lanjutnya.

Sedangkan terhadap pelaku atas nama Dwi Izam Mahrobi telah diterbitkan surat sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), serta pihaknya telah menurunkan tim untuk pengejaran.

“Pelaku yang satu masih kita buru,” pungkasnya. (ham)

WELAS ARSO