Ingin Segera Ditempati, Dewan Trenggalek Sidak Pasar Gandusari

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pembangunan pasar tradisonal Kecamatan Gandusari.

Selain memastikan tahapan yang telah dikerjakan, legislator yang membidangi masalah ekonomi ini berkeinginan pasar secepatnya bisa dipergunakan kembali bagi warga dalam menjalankan aktifitasnya berdagang.

H Mugiyanto, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek yang memimpin rombongan mengatakan pihaknya perlu meninjau proses revitalisasi pasar Gandusari, karena dari pelaporan yang masuk pembangunannya terjadi molor.

“Harusnya kontrak kerjanya telah habis pada 29 Desember 2018 lalu. Namun hingga kini masih 88 persen saja yang sudah terserap,”ucapnya, Rabu, (9/1) di Trenggalek.

Politisi asal Demokrat ini juga melanjutkan, pihaknya mengingatkan kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) agar segera menyeleseikan serta tetap mematuhi aturan kontrak yang ada dengan kontraktor yang mengerjakan.

“Kasihan para pedagang yang saat ini masih tempati los sementara. Jika hujan mereka tidak bisa menjual dagangannya karena lokasinya yang memprihatinkan,”lanjutnya.

Sementara, permasalahan denda yang harus ditanggung kontraktor, Mugiyanto meminta dinas tegas sesuai kontrak yang ditandatangani yakni satu per mil per hari dari sisa kontraknya.

“Nilai kontraknya Rp 5 Miliar, yang sudah digarap 80 persen. Sisanya itu nanti yang akan kena denda,”terangnya.

Dia juga melansir jika perpanjangan pengerjaan proyek pasar Gandusari dikarenakan terlambat sesuai jatuh temponya, perpanjangan diberikan satu bulan lagi dari seleseinya kontrak.

“Perpanjangannya hingga 29 Januari 2019 mendatang,”tandasnya.

Sementara itu permasalahan lagi muncul dalam proses pembangunan Pasar Gandusari. Dari jumlah kios 110 unit , ternyata ada penambahan sebanyak 20 unit . Hal ini berimplikasi pada perubahan kontrak, gambar maupun sarana walupun tidak mengubah nilai kontrak.

“Sudah diadendum, maka itu kita hari ini juga mengecek kondisi lapangannya,”tegasnya.

Mugiyanto berharap pasar itu segera selesei dan secepatnya bisa dimanfaatkan bagi para pedagang yang kini masih di lokasi sementara. Karena perputaran ekonomi di wilayah ini masih berpatokan dari sirkulasi perdagangan di pasar itu.

“Secepatnya untuk segera digunakan lagi,”pungkasnya. (ham)

WELAS ARSO