Lakukan Pencurian Di Sejumlah Perumahan di Jombang, Pria Asal Magetan Dibekuk Polisi

tersangka pelaku pencurian di sejumlah perumahan saat diamankan Polisi

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Lakukan pencurian di sejumlah perumahan yang ada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Suprapto (38) seorang petani asal Desa Jokerto, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, harus berurusan dengan Polisi.

Aksi pencurian yang dilakukan oleh tersangka Suprato ini, sempat menghebohkan dan meresahkan masyarakat, di Jombang. Karena, peristiwa pencurian ini, dianggap tidak lazim. Bahkan beredar kabar aksi pencuriandi perumahan Perumahan Astapada dan Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, dikaitkan dengan isu ‘babi ngepet’.

“Dengan adanya kejadian yang marak dan viral di medsos yaitu terkait dengan kasus-kasus pencurian di perumahan Astapada dan perumahan Tambakrejo, selama dua bulan terkahir ini sempat diteror oleh adanya pencurian yang seolah-olah bukan dilakukan oleh manusia,” ujar Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setya Budi, pada sejumlah jurnalis, Rabu (9/1/2019).

Usai mendengar kabar serta laporan masyarakat, lanjut Gatot, pihak Satreskrim Polres Jombang, melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian tersebut.

“Unit opsnal kami melakukan lidik terhadap kejadian tersebut dan akhirnya kami bisa mengungkap pelaku pencurian tersebut, ternyata pelakunya bukan babi ngepet, pelaku berhasil kita tangkap di rumahnya pada hari Senin tanggal 07 Januari 2019, sekira jam 14.00 wib di Desa Joketro Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, ” tutur Gatot.

Masih menurut penjelasan Gatot, aksi pencurian yang dilakukan oleh tersangka memang tergolong unik. Dari keterangan beberapa saksi yang pernah melakukan aksi tersangka, diketahui tersangka, telanjang bulat saat melakukan aksinya. Namun aksi itu hanya dibuat-buat tersangka untuk menakuti korbannya.

“Saat melakukan pencurian pelaku mengaku hanya menggunakan celana dalam karena pada saat itu hujan deras, saat pelaku melakukan aksinya sempat terpergok pemilik rumah akhirnya pelaku berjalan merangkak hanya untuk menakuti pemilik rumah, ternyata bukan babi ngepet, tapi seorang tersangka bernama Suprapto (SP) yang pekerjaannya sebagai penjual kelapa dan tempat tinggalnya ada di daerah Parang Magetan, ” tegas Gatot.

Pada petugas tersangka mengaku nekat melakukan aksinya, karena tidak punya uang untuk ongkos pulang ke Magetan, usai setor kelapa dari Magetan ke daerah Mbabat Lamongan.

“Berhenti di SPBU Jombang, dia (red : tersangka) tertinggal bis dan kehabisan ongkos untuk pulang,lalu pelaku terbesit niat untuk melakukan pencurian di perumahan astapada dan Tambakrejo,” katanya.

Selain mengamankan tersangka, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Dan atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun penjara.

“Tersangka mengaku telah melakukan pencurian di 9 TKP yang berbeda antara lain di perumahan Astapada dan Tambakrejo dengan hasil pencurian bervariasi dan korban yang paling banyak mengalami kerugian adalah warga di perumahan Tambakrejo yang merupakan anggota Polri dengan kerugian uang Rp. 60 juta,” pungkas Gatot.(BEN)