Bus Sekolah dari Kemenhub Segera Beroperasi di Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bantuan Bus Sekolah yang diterima Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek dari Kementerian Perhubungan akan segera dijalankan sambil menunggu legalitas kendaraan. Dua Bus Sekolah tersebut rencanya akan melayani dua rute dengan prioritas pada pelayanan kepada pelajar SMP.

Prioritas rute dan pelayanan kepada pelajar SMP tersebut bukan tanpa alasan. Hal tersebut direncanakan berdasarkan beberapa aspek, mulai dari aspek perhubungan, data angka laka lantas serta aspek kedewasaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek Sigit Agus Hari Basuki mengatakan, kemarin Trenggalek mendapat bantuan dua unit bus sekolah dari pusat dengan bantuan berupa barang. Maka dalam waktu dekat ini Kabupaten/Kota yang mendapatkan bantuan akan diundang Kementerian Perhubungan untuk menandatangani berita acara serah terima barang, dengan dilanjutkan penyerahan surat-surat kendaraan.

“Setelah legalitas kendaraan lengkap, maka akan dilakukan uji kelayakan di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor pada Uji Kir. Setelah dinyatakan layak, selanjunya akan beroperasi sesuai rencana kegunaan yakni sebagai angkutan pelajar,” ucapnya, Jumat (11/1).

Mengacu pada kebijakan, Sigit menyampaikan bahwa, kebijakan tersebut untuk mengurangi laka lantas dikalangan pelajar, dengan dilihatnya dari data Satlantas Polres Trenggalek, laka lantas dikalangan pelajar menempati peringkat ke-2. Mengacu dari situlah kebijakan nanti juga akan dijalankan. Meskipun dari situ tidak mungkin untuk mengakomodir kebutuhan seluruh pelajar di Kabupaten Trenggalek, namun karena hal tersebut maka akan di tentukan untuk skala prioritas.

“Dari skala prioritas tersebut, disimpulkan prioritas utama adalah pelajar SMP. Karena pelajar SMP saat ini juga banyak yang menggunakan sepeda motor, dan jika dilihat dari aspek lainnya bisa dikatakan belum layak mengendarai sepeda motor dijalan raya. Sedangkan untuk anak SMA, walaupun usia mereka belum memenuhi syarat, tapi secara pola pikir lebih dewasa dari pada pelajar SMP,” tuturnya.

Terkait rute Sigit mengatakan, rencananya rute yang akan diprioritaskan adalah rute jalur menuju kota, dengan pertimbangan seringnya terjadi laka lantas dijalur tersebut. Sedangkan dari analisa Dishub sendiri masih secara sektoral dan akan dikoordinasikan lebih lanjut karena bus nya sendiri juga baru datang.

“Berbagai konsep telah disiapkan, dari segi arah dan potensi yang ada. Dengan rencana Dishub Bus tersebut akan melayani jalur Kecamatan Tugu ke Kota dan dari Kecamatan Suruh ke Kota,” jelasnya.

Mengapa rencana tersebut diambil, Sigit memaparkan jika banyak pertimbangan dari situ, tentunya dari jumlah pelajar dari wilayah tersebut yang bersekolah di kota jumlahnya cukup banyak, serta kebanyakan pelajar SMP menggunakan sepeda motor juga karena ketersediaan angkutan memang masih minim.

“Walaupun rute nanti telah dijalankan, namun jumlahnya masih sangat sedikit. Sebagian mau tidak mau juga masih menggunakan sepeda motor,” imbuhnya.

Selain aspek tersebut juga ada aspek lain, yakni tingkat ekonomi dan gender pun juga diperhitungkan. Dengan akan di koordinasikan dengan Dinas Dikpora dan Sosial. Jadi pelayanan nanti harus tepat mana yang harus dibantu, tapi sebenarnya tujuan yang utama adalah mengurangi angka laka lantas dikalangan pelajar. Karena dari aspek pola pikir belum layak berkendara di jalan raya.

“Karena bantuan ini turun di akhir tahun anggaran dan tidak akan dijalankan sebelum ada legalitasnya. Sehingga nanti bagaimana caranya akan segera kita jalankan, misal dari segi operasional nanti akan kita coba di masukkan pada APBD Perubahan tahun ini,” pungkasnya.(sup/ham)