DPRD Trenggalek Evaluasi Runtuhnya Bangunan Tembok di Bendungan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kegiatan evaluasi pengerjaan proyek fisik yang menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Trenggalek tahun
anggaran 2018 dilakukan Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kali ini dewan menyasar pembangunan Tembok Penahan Tebing yang ada di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan dengan menelan anggaran sebesar Rp 591 Juta dimana hasil pekerjaan itu ternyata di beberapa titiknya sempat terkena bencana longsor.

M Hadi Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek menjelaskan, kunjungannya itu selain untuk mengumpulkan bahan evaluasi pelaksanaan APBD 2018, juga memastikan bangunan yang sudah jadi itu pasca terkena longsoran.

“ Iya ini evaluasi saja, dan melihat bangunan yang terhempas longsoran,”jelasnya, Senin, (14/1) di Trenggalek.

Dikatakannya, bangunan yang berupa tembok dengan pilar dan ring bertulang itu terkena longsor di dua titik saat terjadi musim penghujan tiba beberapa waktu yang lalu.

“Ada dua titik longsor yang mengenai bangunan , titik pertama disamping kantor Taman Tekhnologi Pertanian dengan ukuran tinggi 6 meter dan panjangnya 15 meter,”katanya.

Sementara, pada titik kedua tidak jauh keberadaannya dari titik pertama, namun terlihat tidak terlalu parah.

“Yang satunya mungkin bisa diatasi secepatnya oleh kontraktor,”lanjutnya.

Politisi PKB ini juga melihat langsung material yang dipasangkan pada bangunan itu yang menilai semua material baik besi dan campuran ada yang kurang dari spek .

“Itu besi harusnya 12 mili yang terpasang cuman 10 mili , bahkan ada yang 8 mili saja,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menemukan adanya rangkain besi yang tidak dikaitkan sehingga terburai sehingga dimungkinkan ini yang menjadi masalah ambrolnya bangunan saat dihantam longsoran.

“Dari ketinggian bukit terpaut tiga meter saja , kalau kualitasnya seperti ini maka mudah roboh,”tandasnya.

Dia menyimpulkan akibat penurunan Harga Satuan hingga 34 persen mengakibatkan kualitas bangunan juga rendah.

“Ini yang kita maksudkan, kualitasnya rendah karena nawarnya lelang juga terlalu tinggi,”pungkasnya.(ham)

WELAS ARSO