Pembebasan Lahan Proyek Bendungan Bagong Trenggalek Dikebut

Kondisi rapat sosialisi Bendungan Bagong di Aula Setda Kab Trengglek, Selasa,(15/1)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Rencana kebutuhan lahan proyek pembangunan Bendungan Bagong yang berlokasi di Desa Sumurup dan Desa Sengon Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur masih akan di mulai pada pertengahan tahun 2019 ini.

Hal ini berkaitan pembebasan lahan yang masih belum kelar dilakukan pemerintah setempat.

Pariyo, PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Pemerintahan Setda Trenggalek, menyampaikan bahwasanya tahapan sosialisasi proyek itu masih panjang.
“Saat ini masih dalam tahap pendataan,” ungkapnya,Selasa,(15/1).

Sedangkan untuk penentuan lokasi sudah ditentukan melalui kajian teknis yang cukup panjang.

“Lokasinya sudah klir, tinggal kita yang menyiapkan lahan juga harus sesuai schedule yang ditetapkan,”lanjutnya.

Sementara,Edy Supriyanyo, Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Trenggalek menjelaskan jika pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi proyek bendungan Bagong ini.
“Kendalanya ada,terutama tentang status hukum tanah yang terkena pembebasan,” jelasnya.

Baca:  Proyek Jembatan Kampak-Dongko Trenggalek Celakai Warga

Status tanah yang belum jelas dan bisa diberikn ganti rugi pihak pemerintah karena masih berstatus letter D dan berkasnya masih terbengkalai di pemerintah desa setempat.

“Status tanah yang diklaim warga sedangkan datanya masih ada di desa tersebut,”tandasnya.

Edy berharap tugas yang ditanggungnya akan kelar sesuai target yang ditentukan tim dan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) di Surabaya.
“Semoga semua berjalan lancar dan sesuai target yang ditentukan,”tegasnya.

Untuk keluhan masyarakat yang masih mengganjal dalam sosialisasi kali ini, diharapkan akan dapat didiskusikan kembali dengan baik di lain kesempatan.
“Terpenting, tidak ada kendala dan gangguan,”punglasnya.(dik/ham)

WELAS ARSO