Hendak Nyabu, Nelayan Pucuk Keburu Ketangkap Polisi

Pelaku saat berada di mapolres Gresik

KANALINDONESIA.COM : RK alias Empeng (23) warga Desa Pandegan Ploso, Kecamatan Pucuk, Lamongan, tidak menyangka dirinya akan mendekam di balik jeruji besi. Padahal, dia hanya sekedar ingin mencicipi, nikmatnya secuil sabu di tempat kosnya di Jl RE Martadinata Gresik.

Nelayan yang biasa berlabuh di Pelabuhan Gresik ini, ditangkap polisi saat hendak menghisap sabu seberat 0,26 gram. Bahkan, kala itu dia masih ‘ngutang’ kepada pengedar sabu dikarenakan keuangannya nipis.

“Kok bisa ketangkap, padahal cuma beli sedikit,” katanya.

Semestinya, satu paket hemat (pahe) itu harganya Rp 200 ribu, namun oleh Empeng hanya dibayar Rp 100 ribu. Oleh Empeng, sisanya akan dibayar menyusul jika nantinya membeli sabu lagi.

Baca:  Buat Vlog "Covid-19 adalah konspirasi" di Medsos, Taufik Monyong Diperiksa Siber Polda Jatim

“Sebenarnya gak pengen beli karena uangnya kurang, tapi disuruh bawa dulu uangnya nyusul,” akunya.

Kasatnarkoba Polres Gresik, AKP Chotib Widiyanto mengatakan, pelaku ditangkap setelah membeli sabu dari seorang pengendar.

“Pengakuannya sabu itu mau dipakai sendiri di tempat kosnya di dekat Pelabuhan Gresik,” ujarnya.

Mantan Kasatnarkoba Polres Sidoarjo ini menegaskan, ketika ditangkap, polisi menemukan satu bungkus plastik, berisi sabu di dalam saku celana tersangka.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 112 jo 114 UU no.35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika golongan satu,” imbuhnya.(lan)