Kasus DBD di Jombang Membludak, Permintaan Trombosit Di UTD PMI Meningkat 100 Persen

petugas di kantor UTD PMI Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM:Tingginya jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat disejumlah rumah sakit yang ada di kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuat permintaan trombosit di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kabupaten Jombang mengalami peningkatan.

Sejak awal Januari lalu, UTD PMI Jombang telah melayani ratusan permintaan trombosit untuk sejumlah rumah sakit. Dari data UTD PMI Jombang sejak 1 Januari hingga 15 Januari ini, sebanyak 350 kantong trombosit telah keluar untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Jombang.

“Permintaan trombosit di UTD PMI Jombang untuk bulan ini meningkat cukup banyak. Yang biasanya sebulan rata-rata itu sebulan 10 kantong, sekarang rata-rata 25 sampai 30 kantong trombosit per hari. Jadi peningkatannya mencapai seratus persen permintaannya,” kata Kepala Bagian Pelayanan Medis UTD PMI Jombang, Rahmat Siswojo, saat ditemui di kantor UTD PMI Jombang, Jl Adityawarman No 45 Jombang, Rabu (16/1/2019).

Baca:  Sejumlah Kades di Trenggalek Takut Cairkan Dana Desa Apa Sebabnya, Simak Ini

Masih menurut Siswojo, tingginya permintaan trombosit atau keping sel darah yang memiliki fungai utama sebagai pembeku darah ini, lantaran banyaknya pasien DBD yang dirawat di rumah sakit. “Untuk musim penghujan ini kelihatannya pasien DBD mengalami peningkatan. Ini dilihat dari adanya kenaikan permintaan dibanding sebelumnya,” ungkap Siswojo.

Meski banyaknya permintaan trombosit tersebut, Siswojo mengatakan, bahwa di UTD PMI Jombang untuk saat ini stok trombosit masih dikatakan aman. “Stok trombosit ini masih aman. Karena kita setiap hari, setiap ada donor ini kita selalu buat untuk produksi trombosit,” tandasnya.

Sementara, selain untuk memenuhi kebutuhan trombosit di wilayah Jombang, UTD PMI Jombang ini juga melayani sejumlah rumah sakit dari berbagai daerah. Seperti Kabupaten Malang, Mojokerto, dan Kabupaten Lamongan. “Untuk luar Jombang, ada juga dari rumah sakit umum Ngimbang, Lamongan. Dari Mojokerto, dan dari Kasembon Malang,” ujarnya.

Baca:  DPRD, Akan Gelar Seminar Temuan Baru Hari Jadi Kota Gresik

Sedangkan untuk mengamankan stok trombosit tersebut, lanjut Siswojo, UTD PMI Jombang terus menggalakkan donor darah ke sejumlah elemen masyarakat. Seperti di wilayah pendidikan dan perusahaan-perusahaan. “Untuk memenuhi kebutuhan, kita tingkatkan jumlah donor yang ada di Jombang. Terutama di sekolah-sekolah dan perusahaan, kita intensifkan,” pungkas Siswojo.

Diberitakan sebelumnya, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, per tanggal 30 Desember 2018, tercatat ada 454 pasien penderita DBD, sedangkan pada tanggal 1 sampai dengan 12 Januari 2019, jumlah pasien bertambah 25 kasus. Jumlah ini bertambah lagi, pertanggal 15 Januari, terdapat 31 kasus DBD. Dan korban meninggal pada tahun 2018 sebanyak 1 orang, sedangkan pada tahun 2019, yang meninggal karena DBD 1 orang.(BEN)

Baca:  Pasang Lampu Dop, Wanita Tulungagung ini Meninggal Tersengat Listrik