Usai Eksekusi Pasar Eks Stasiun, Pedagang Bisa Berjualan di Pasar Relokasi

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Setelah perobohan bangunan yang ditengarai tak memiliki ijin mendirikan bangunan, pedagang Pasar Eks Stasiun masih tetap bisa berjualan tetapi di Pasar Relokasi atau pasar penampungan sementara yang berada di atas lahan bekas RSUD Ponorogo.

Lahan yang ada dinilai masih mampu menampung puluhan pedagang dari Pasar Eks Stasiun yang sempat bertahan dan enggan pindah.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo Addin Andhanawarih, Senin (21/1/2019) mengatakan, setelah perobohan bangunan liar pasar yang dibangun oleh Koperasi Pandu Artha, maka pedagang bisa berjualan di pasar penampungan bersama-sama dengan pedagang dari Pasar Legi yang sudah lebih dari dua pekan boyong ke lokasi tersebut.

Baca:  DPR RI Desak Menteri ESDM Ignasius Jonan Jelaskan Alokasi Daya Listrik

“Kami ini sudah memberikan sosialisasi soal perpindahan ini hampir satu tahun. Tapi mereka belum mau pindah. Karena saat ini mereka sudah kesulitan berjualan karena ada perobohan dan memang sudah tidak boleh berjualan di lokasi tersebut, maka solusi dari kami (Pemkab Ponorogo) adalah bisa berjualan di lokasi pasar penampungan. Tempatnya cukup,” ungkapnya.

Di lokasi tersebut tersedia los 4 yang diperuntukkan bagi pedagang dari Pasar Eks Stasiun. Los tersebut bahkan telah dibagi-bagi oleh para pedagang sendiri dari eks stasiun dan eks pengadilan. “Kalau los kurang, di pelataran itu juga sudah bisa dipakai berjualan. Jadi masih cukup itu,” ungkap Addin.

Addin menyatakan, bagi pedagang yang belum terdata namun ingin berjualan di Pasar Relokasi bisa mendaftar langsung di UPT Pasar Lagi di lokasi pasar penampungan. “Ada petugas di sana yang siap melayani dan gratis, tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Baca:  Mulai Hari Ini, PT KAI DAOP 7 Madiun Berikan Layanan Sahur dan Buka Puasa Gratis

Soal jam buka pasar, Addin menyatakan tetap 24 jam seperti biasa di Pasar Legi. Tidak ada pembatasan. Ini terkait jenis perdagangan yang sangat beragam. Yaitu pasar pagi, pasar sore, pasar malam, pasar barter grosir dan pasar konsumen.

“Mereka bisa berjualan sesuai dengan jam-jam mereka sendiri. Di sana (Pasar Relokasi) sama dengan di Pasar Legi kok jam operasi mereka,” ungkapnya.

WELAS ARSO