Batu Nisan Makam Menaksopal Hilang, Disparbud Trenggalek Kumpulkan Bukti dari Ahli

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Hilangnya batu nisan makam Adipati Menaksopal yang ada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ini, kini menjadi perhatian khusus bagi Pemkab setempat.

Pemerintah kabupaten Trenggalek, melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan dan Balai Arkeologi Yogyakarta akan melakukan evaluasi menyeluruh.

Surjono ,Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek melalui BPCB dan BALAR menjelaskan, mengingat benda yang dicuri ini merupakan benda cagar budaya milik warisan leluhur, pihaknya bersama dengan berbagai pihak.

“ Makanya perlu dilakukan peninjauan khusus oleh ahli arkeolog,” ucapnya, Senin(28/1).
Dia juga mengatakan, pengaduan tidak dilakukan secara langsung begitu benda cagar budaya itu dilaporkan hilang pada Minggu (20/1). Namun pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

“Tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Trenggalek lebih dulu mengumpulkan bukti-bukti hilangnya nisan Makam Adipati Menaksopal dan melaporkan ke Bupati Emil Elestianto Dardak,”katanya.

Sujono melanjutkan, saat ini instansinya masih menunggu balasan dari BPCB Trowulan dan Balar Yogyakarta untuk informasi selanjutnya.

“Hingga saat ini Disparbud Trenggalek belum memiliki arkeolog yang mengerti tentang benda cagar budaya,” lanjutnya.

Sedangkan untuk kasus pencuriannya, sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan hukumnya.

“Itu kasus hukum dan yang berwenang yang menindaklanjuti,”imbuhnya.

Benda cagar budaya berupa batu nisan makam Adipati Menaksopal dan makam sang ibu, Dewi Roro Amiswati, dilaporkan hilang senin (21/1). Peristiwa hilangnya benda cagar budaya tersebut diketahui pada Minggu (20/1).

Awalnya, saat itu sekitar pukul 08.00 WIB area makam dikunjungi sekelompok pemerhati sejarah. Mereka kaget karena dua batu nisan di makam itu hilang.(dik/ham)

WELAS ARSO