Tak Kuat Tahan Nafsu Birahi, Seorang Pemuda Cabuli Guru Ngaji

Tersangka Muhammad Afifudin saat diamankan Polisi di Polsek Perak

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM: Muhammad Afifudin (19) warga Dusun Mojosari ,Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur harus berurusan dengan polisi. Hal ini dikarenkan tersangka Afifudin berbuat cabul terhadap seorang guru ngaji yang bersetatus sebagai mahasiswi .

Usai menjalani pemeriksaan di Polsek Perak. Afifudin, ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan lantaran meremas bagian dada dan meraba kelamin korban. ” Modus tersangka yakni menjatuhkan korban lalu membungkam mulut korban dengan kain, kemudian meraba payudara kanan serta alat kelamin korban,” kata Kapolsek Perak AKP Untung Sugiarto, Senin (28/1/2019).

Menurut penjelasan Untung, peristiwa ini terjadi di area persawahan yang terletak di Dusun.Bangle -Tempuran, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, sekira pukul 10.00 WIB. Sebelumnya pelaku menghubungi korban melalui aplikasi pesan WhatsApp kemudian berjanji untuk bertemu.

Sekira jam 09.00 WIB, Pelaku menghubungi korban BM (18) warga Desa Kauman,Kecamatan Ngoro, Jombang melalui aplikasi pesan WhatsApp, untuk bertemu. Lantas keduanya berjanji untuk bertemu, di Jalan Desa Pulorejo Ngoro. Usai bertemu dengan korban, pelaku menhajak korban untuk memberi sebuah barang di Jombang.

Dalam perjalanan pelaku mengatakan kepada korban kalau dompetnya ketinggalan yang kemudian pelaku mengajak korban untuk mengambil dompet pelaku tersebut dan melalui jalan yang sepi dengan alasan agar perjalanan keduanya lebih cepat.

Setibanya di area persawahan, muncullah nafsu birahi tersangka. Selanjutnya tersangka berhenti dengan alasan busi sepeda motornya rusak dan tiba-tiba tersangka menjatuhkan korban lalu melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban. Saat itu juga korban langsung berteriak.

“Korban berteriak minta tolong sehingga para saksi yang sedang bekerja di sawah dekat tempat kejadian perkara (TKP) mendatangi dan menolong korban serta mengamankan pelaku kemudian membawanya ke Balai Desa Sukorejo yang selanjutnya diserahkan ke Polsek Perak guna proses penyidikan perkaranya,” ungkap Untung.

Atas perbuatannya, tersangka kini diamankan di Polsek Perak, beserta sejumlah barang bukti. “Tersangka kami jerat sebagaimana dimaksud dalam pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana Penjara paling lama 9 tahun,” pungkasnya. (BEN)