Tangkap Tawaran Malaysia, Bupati Tawarkan Potensi Alam KLU

JUMPA PERS : Bupati KLU TGH. Najmul Akhyar, Wabup KLU Sarifudin, dan beberapa narasumber lainnya menggelar jumpa pers setelah pulang dari Malaysia, Senin (28/1/2019).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) TGH. Najmul Akhyar bersama sejumlah dinas terkait menawarkan potensi alam KLU ke Malaysia. Seluruh potensi alam yang ada dipaparkannya di tiga kerajaan Negeri (provinsi), yaitu Kerajaan Negeri Terengganu, Kerajaan Negeri Selangor, dan Kerajaan Negeri Sembilan. Pemaparan potensi alam KLU dilakukan selama empat hari sejak tanggal 21-24 Januari 2019.

“Kunjungan resmi yang kami lakukan itu sebagai balasan atas kunjungan Delegasi Kerajaan Negeri Selangor yang sudah ke KLU pada 18-19 Desember 2018. Ia membawa tiga menteri daerah dan 16 pejabatnya,” Ungkap TGH. Najmul Akhyar didampingi Wabup KLU Sarifudin, Kepala Bappeda Heryanto, Asisten II Hermanto, dan penghubung kerja sama antar negara Ade Meliana pada jumpa pers digelar humas dan Protokol Setda KLU di ruang rapat kerja Bupati-Wabup, Senin (28/1/2019).

Ia menjelaskan, kunjungannya ke Provinsi Terengganu, ada tiga sektor kerja sama yang dibangun yakni, sektor perikanan dan kelautan, perkebunan, dan pariwisata. Malaysia menganggap Potensi alam yang dimiliki KLU hampir sama dengan Malaysia, sehingga berpeluang membuka kerjasama itu.

Disektor perikanan, KLU kaya dengan ikan tangkap dan hasil tangkapan melimpah. Hanya saja, dengan potensi yang sangat besar ini, KLU dianggap belum bisa maksimalnya. Hal ini dilihatnya dari jumlah nelayan yang masih sedikit melaut jika dibandingkan dengan volume lautnya. Bahkan nelayan juga masih menggunakan alat tangkap tradisional, sehingga hasil tangkapannya masih sedikit.

“Kemudian dari sisi pemasaran juga sangat perlu didongkrak, sehingga perlu adanya dukungan dari Malaysia,” katanya.

Disektor perkebunan juga tidak kalah, bahkan katanya Malaysia tertarik untuk mengirim kelapa santan dan kelapa muda dari KLU. Karena harga kelapa di Malaysia mencapai empat kali lipat dari harga di KLU.

Tidak hanya itu, sektor pariwisata juga memiliki daya tarik tersendiri, karena KLU bisa mendatangkan wisatawan dari Eropa, sementara Malaysia mendatangkan wisatawan dari China. Untuk menjalin kerja sama ini, Malaysia mengingingkan adanya joint promotion (saling mempromosikan).

“Karena itu kita juga akan menjalin kerjasama dengan Malaysia dengan cara saling mempromosikan atau joint promotion,” jelasnya.

Kata Najmul, Menteri Besar (Gubernur) Kerajaan Negeri Selangor juga akan segera berkunjung ke KLU. Kunjungan ini adalah untuk mendirikan atau merenovasi masjid yang akan menjadi monument persahabatan antara kedua daerah, yakni Selangor dan KLU. Tidak hanya itu, Selangor juga berencana mengirim tim relawan untuk trauma healing pasca-bencana ini.

“Disana kami juga diberikan bantuan untuk korban gempa di KLU sebesar RM 2.850,” Ucapnya.

Lanjutnya, Provinsi Selangor juga menginginkan KLU bisa mengirim produk-produk unggulan pertaniannya seperti jagung, kedelai, dan kelapa santan. Bahkan rencananya mereka akan Mendirikan industry hillir di KLU untuk memproduksi pakan ternak, yang bahan bakunya tersedia di KLU. Karena untuk harga bahan tersebut di Selangor sangat tinggi, sehingga menyebabkan harga ternak di Selangor pun tinggi.

“Kita juga menyepakati pengiriman pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk mengikuti pelatihan mengadopsi konsep Platform Fruit Valley. Rencananya mereka akan berkunjung di KLU pertengahan Maret 2019 ini,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, jajaran Provinsi Selangor juga berencana melatih pemuda-pemudi KLU dalam bidang misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.

“Kami juga mendapatkan bantuan korban angin puting beliung di Gondang RM 10.000,” ungkapnya.

Sementara, hasil kunjungan ke Provinsi Sembilan, Pemda KLU menjalin kerjasama dibidang pariwisata dan pendidikan. Pemerintah KLU bisa mengirimkan staf-staf pemerintahan dibidang perencanaan dan pembangunan untuk menjalani pelatihan di sana. Sebab program ini berkaitan dengan peningkatan mutu SDM.

“Dan Negeri Sembilan itu akan berkunjung bulan April 2019 ke KLU,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, Bupati juga akan menjalin kerjasama yang strategis untuk memberikan layanan dan fasilitas terbaik bagi TKI, khususnya TKI dari KLU yang berada di Malaysia. Dalam hal kerjasama ini, Disnaker PMPTSP KLU yang akan melanjutkannya dengan Perusahaan Sime Darby.

“Kita juga akan mengirimkan mahasiswa ke Malaysia pada bulan Februari,” tandasnya.

Berbagai bidang kerjasama yang dibangun ini, diharapkannya bisa mengekspor prodak-prodak hasil olahan masyarakat KLU. Hal itu sebagai wujud memunculkan wira usaha baru (WUB), perspektif ini digeser karena setiap tahunnya dianggarkan sebesar Rp 15 miliar.

“Kita melakukan pelatihan perikanan di Kerakas, mengembangkan udang Vaname dengan peralatan sederhana. Ini akan menjadi peluang bisnis antar daerah, luar daerah, hingga bisa mengekspor ke luar negeri,” harapnya.

Kepala Bappeda KLU, Heryanto menambahkan, Berbagai potensi alam yang dipromosikan itu, secara otomatis akan menjadi sebuah tantangan bagi SKPD KLU, agar bisa memicu diri supaya kerjasama itu bisa sukses. Dalam hal ini Pemerintah KLU juga harus siap. Sebab peluang ini harus bisa ditangkap, karena ini adalah potensi KLU yang sudah ada.

“ Karena mewujudkan kerja sama tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada proses yang harus dilalui,” pungkasnya. (Idam).