Seno, Nomor 2 Siap Lanjutkan Mengabdi untuk Sumurup Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Calon Kepala Desa Sumurup Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, jawa Timur, Nomor Urut 2 , Seno, menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kegiatan karang taruna , menyelenggarakan pelatihan kerja, pengadaan ambulan, dan pemberian santunan kepada kaum dhuafa.

Hal ini disampaikannya saat menyampaikan visi misi kepada masyarakat sesuai yang telah dijadwalkan oleh panitia pilkades.

Seno yang juga cakades incumbent ini membenarkan jika pihaknya sangat setuju dengan aturan yang mewajibkan calon memaparkan visi dan misi dari pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumurup, karena pemaparan visi misi tersebut sebagai referensi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan siapa kepala desanya.

“Dengan pemaparan ini, nantinya masyarakat bisa memilih calon kepala desa yang menurut mereka programnya baik,” ucapnya, Minggu, (3/1) di Trenggalek.

Baca:  Ka BNNP Jatim Lakukan Kunker, Bahas Monev, Motivas dan Tanah Hibah

Adapun tahapan kampanye cakades di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek , tak terkecuali di desa yang ada di Kecamatan Bendungan telah dimulai beberapa waktu yang lalu.

Cakades yang akan mengisi jabatannya sebagai Kades Sumurup periode 2019-2025 itu nantinya boleh berdialog memaparkan visi dan misinya dan tatap muka dengan warga secara langsung.

“Kita bertatap muka langsung dengan masyarakat kita sehingga akan secara detil tahu permasalahan warga kita yang mungkin saja kemarin masih belum terakomodir,”tuturnya.
Terbukti, Seno yang juga seorang peternak sapi perah ini sangat antusias menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan warganya dan juga dari moderator.

“Saban waktu kita selalau dekat dengan mereka (rakyat-red), jadi sudah tidak kikuk serta paham akan masalahnya seperti apa,” tegasnya.

Baca:  Heboh..Warga Sumenep Temukan Benda Mirip Rudal di Pantai

Disinggung tentang ancaman money politik, Seno dengan tenang menjawab jujur kuatir, tetapi dirinya yakin akan komitmen dia dan masyarakatnya yang telah bersama-sama membangun desanya ini.

“Money politik dalam kampanye memang menjadi kekhawatiran, namun para cakades sudah berkomitmen tanpa ada money politik,”ungkapnya.

Bahkan jikapun harus ada temuan praktek kotor di perhelatan pesta demokrasi, pihaknya akan mematuhi dan pro aktif untuk melapor kepada masyarakat serta menghindari terjadinya main hakim sendiri.

“Jika ada money politik itu sudah menjadi ranah Panwas,” pungkasnya.(dik/ham)

WELAS ARSO