Layanan Kependudukan Jombang Amburadul, Berkas Pemohon Antre Diletakkan Berderet Diatas Tanah

berkas pemohon yang diantrekan di atas tanah di depan kantor dispendukcapil Jombang

Akibat dari kekosongan blangko e-KTP sejak awal Oktober. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jombang resmi menghentikan layanan pengurusan KTP elektronik (e-KTP) hingga pertengahan bulan depan. Meski antrian warga berkurang, pengurusan data kependudukan lain, tetap saja sama memakan waktu lama dan terkesan amburadul.

Suasana antrean yang cukup panjang di kantor Dispendukcapil Jombang tetap saja kita jumpai di lingkungan pemkab kota santri ini. Warga yang hendak mengurus data kependudukan tampak berjubel dan harus mengantri.

Setiap warga baik yang hendak mengurus KTP, kartu keluarga hingga akta, tampak harus meletakkan map-map mereka di tanah untuk mendapatkan nomor antrian lebih awal. Bahkan tak jarang dari mereka ada yang harus datang dini hari demi bisa mengurus data kependudukan.

Baca:  Mobil RSK Mojowarno Tabrak Mahasiswa Hingga Tewas

Sementara proses kepengurusan data baik akta maupun kartu keluarga dilakukan pembatasan sebanyak 100 berkas tiap hari. Meski antrian warga berkurang karena e-KTP dihentikan warga yang antri juga tidak semuanya bisa langsung mengurus.

Pemohon pelayanan yang antri, ada yang datang sejak pukul 4 dini hari, karena jika antri pada pukul 6 dipastikan tidak dapat nomor antrian.

Sekretaris Dispenduk Kabupaten Jombang, Gatut Wijaya menuturkan, pembatasan kuota diberlakukan karena jumlah pemohon  dan jumlah pegawai tidak seimbang. Meskipun pelayanan e-KTP telah dihentikan sejak awal Oktober lalu,  namun antrian warga masih tetap saja membludak.

“meski sudah tak ada pelayanan e-KTP untuk sementara waktu, namun jumlah pemohon masih tidak seimbang dengan petugas pelayanan di sini,” ungkapnya.(26/10/2016)

Baca:  DPO Satresnarkoba Polres Jombang, Berhasil Diamankan

Pihak Dispendukcapil menjanjikan, pelayanan e-KTP akan dibuka kembali pada pertengahan bulan November, sebab saat ini pihaknya masih harus menunggu kedatangan blangko dari pemerintah pusat.

“kami masih menunggu blangko dari pusat, agar pelayanan e-KTP bisa dibuka kembali,” pungkasnya.(elo)