Penambang Pasir Sungai Brantas, Dibekuk Polisi

polisi saat mengamankan penambang pasir

KANALINDONESIA.COM : Penambang pasir di bantaran Sungai Brantas Desa/Kecamatan Megaluh,  terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas Polres Jombang. Namun karena banyaknya petugas yang turun dalam penertiban pasir ini, sejumlah penambang akhirnya berhasil diamankan.

Razia penambang pasir ilegal itu dipimpin secara langsung Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto. Begitu tiba di lokasi, korps berseragam cokelat langsung melakukan penyisiran. Pada saat bersamaan, sejumlah penambang sedang menjalankam aktivitasnya.

Mereka menyedot pasir menggunakan peralatan ponton di tengah aliran sungai. Mengatahui kedatangan petugas, para penambang ilegal itu menepikan peralatannya. Selanjutnya, melarikan diri melalui persawahan.

Polisi tidak tinggal diam. Pengejaran langsung dilakukan. Tak ayal, kucing-kucingan antara polisi dengan penambang pasir tidak terelakkan. Petugas juga menemukan sebuah mobil pikap yang berisi pasir. Kendaraan roda empat itu kemudian diamankan karena mobil terbut membawa pasir illegal hasil sedotan menggunakan pontoon di sungai berantas.

Baca:  Komisi D DPRD Jombang : Disdik Harus Cari Solusi untuk Atasi TPP Guru SMP Swasta

“Sebanyak tiga penambang kita amankan dalam razia ini. Selain itu, kita juga menyita sejumlah peralatan berupa sekop, cangkul, ember serta mobil pikap. Para pelaku kita jerat UU Minerba,” ungkap Kapolres.(27/10/2016)

Kapolres menuturkan, razia tersebut digelar berawal dari informasi masyarakat. Yakni tentang adanya pemambangan ilegal di daerah aluran sungai. Praktik yang dilakukan oleh penambang itu sangat berbahaya bagi warga sekitar berantas dikarenakan mengancam tanggul sungai, dan bisa menyebabkan banjir apabila tanggul jebol.

“Kalau penambangan terus dilakukan, maka tanggul sungai bisa ambrol. Jika sudah begitu, bencana siap mengancam. Operasi ini akan terus kita gelar,” pungkasnya.(elo)