Subadianto, Sosok Dewan Sederhana dan Bersahaja

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Belakangan ini kita masyarakat rindu akan hadirnya sosok pemimpin yang merakyat, sederhana dan bersahaja. Kerinduan itu yang berlangsung lama membuat rakyat lelah dan melampiaskan melalui Pemilu Legislatif maupun Pilkada. Pelampiasan itu berbentuk money politik dan golput setiap perhelatan demokrasi berlangsung.

Nah, kali ini kita menengok sosok kesederhanaan dalam diri politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Subadianto yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, asal Daerah Pemilihan Trenggalek 4 yang meliputi Kecamatan Suruh, Karangan, dan Tugu.

Kesederhanaan telah tertanam dalam diri Kang badi sapaan akrab nya yang masih bisa meluangkan waktu sebagai wakil rakyat dengan menekuni profesi lamanya sebagai pengrajin tahu.

Baca:  Satlantas Polres Ponorogo Gelar Ops Zebra Semeru 2020 dengan Bedah Rumah

Dalam rutinitas yang cukup padat pun, politisi yang hampir tak pernah meerima gajinya sebagai anggota dewan ini sebanyak 100 persen, tetap melakukan aktifitasnya sebagai guru ngaji di surau dekat rumah tinggalnya.

“Insya Alloh semua kita jalanai dengan ikhlas karena saya menikmatinya,” ungkapnya, Minggu(24/02/2019).

Pria yang menjabat Ketua DPD II PKS Kabupaten Trenggalek ini pun tak sungkan pada tahun 2018 bisa mempunyai sebuah mobil sedan hanya karena mendapat hadiah dari agen tiket pesawat sewaktu menjalankan tugasnya kunjungan kerja ke beberapa provinsi di luar Jatim.

“Alhamdulillah , saya tidak pernah bermimpi mempunyai mobil pribadi, itu hanya karena Alloh sayang dengan kita saja,”terangnya haru.

Membeli takjil dan menyiapkan sendiri menu untuk berbuka puasa bersama dengan tetangga kantornya di Jalan WR Supratman Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek, saat tiba ramadan tak terlihat keluh-kesah dalam raut wajahnya.

Baca:  Tak Ada Gudang Penyimpanan, Ribuan Kotak Suara Terlantar di Halaman KPU Trenggalek

“Memang sempat kegiatan ini dipertanyakan pengurus yang lain, tapi dengan senang hati kita jelaskan kepada sahabat-sahabat kita,”lanjutnya.

Dyan, salah satu pengurus DPD II PKS Kabupaten Trenggalek mengaku dirinya kagum dengan sikap dan cara Subadianto menjalani kehidupan yang jauh dari gaya elitis sebagaimana sikap pejabat kita sekarang yang selalu minta dilayani dan dihormati serta belagak anak gedongan.

“Terkadang pulang kunker tidak membawa honor pulang ke rumah, di kantor sudah menanti konstituennya yang sedang membutuhkan bantuannya,”ujarnya.

Bahkan diyakini Dyan, ketuanya itu dalam penggalangan suara jauh dari pola pemberian janji ataupun uang. Namun dengan begitu tidak ada suaranya yang diperoleh setiap pemilu jauh dari kurang, bahkan bisa melebihi kuotanya.

Baca:  Ketua PKK Trenggalek Optimalkan Peran Ibu di Keluarga Bantu Tanggulangi Covid-19

“ Insya Alloh hanya dengan ikhlas dan gampang membantu tetangga saat ada kerepotan , beliau ini mudah mendapat simpati dan suara dari warga,”tegasnya.
Dituturkan Dyan, Kang Badi, panggilan akrab Subadianto mengisi waktu senggangnya dengan membaca dan mengaji serta melafadzkan asma Allah.

“Ngaji dan zikir merupakan rutinitas kang badi di sela mengerjakan tugas dan fungsi dia sebagai wakil rakyat di parlemen. Tak jarang pula saya melihat dia tertidur dengan Alquran dalam dekapan tangannya,”pungkasnya. (ham)

WELAS ARSO