Pemkab Pacitan Atasi Program Kemiskinan Lewat program Sistem Informasi Desa (SID) di 171 Desa dan Kelurahan

KANALINDONESIA.COM :Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan terus berupaya mengentaskan kemiskinan di Pacitan dengan cara pelatihan penerapan Sistim Informasi Desa ( SID) dan program Grindulu Mapan serta pendampingan kemiskinan dari KOMPAK yang berbasis Sistim Informasi Desa (SID) dan akan diterapkan di 171 Desa seKabupaten Pacitan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pacitan,  Indartato, saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan di Gedung Karya Dharma,Pacitan, pada Rabu ( 26-28/10/2016).

Menurut penjelasan Indartato, Bupati Pacitan ” kemiskinan merupakan pekerjaan cukup rumit yang harus segera ditanggulangi oleh pemerintah daerah,dan kemiskinan menjadi prioritas program pembangunan di tingkat nasional maupun di daerah. Selain itu, tugas pemerintah menyediakan berbagai pelayanan, baik kesehatan, pendidikan, sosial budaya, infrastruktur serta pemberian bantuan,” jelas Indartato,pada Kamis ( 27/10/2016)

Lebih lanjut, Indartato menyebut bahwa saat ini jumlah penduduk miskin masih relatif tinggi. Untuk itu, Pemkab Pacitan memiliki komitmen kuat terhadap upaya penanggulangan kemiskinan, yang telah diluncurkan oleh pemerintah pusat, dan provinsi “Salah satu bentuk dukungan yang dilaksanakan Pemkab Pacitan, yaitu adanya program Grindulu Mapan yang berbasis Sistim Informasi Desa (SID) merupakan bentuk sinergitas program-program pengentasan kemiskinan dari pemerintah, swasta dan masyarakat,” tandasnya.

Baca:  Kunjungan kerja Tim Wasev TMMD 103 tahun 2018 di Pacitan

Indartato menyampaikan bahwa prosentase penduduk miskin di Pacitan, dinilainya masih cukup tinggi. Pada tahun 2010 lalu, prosentase penduduk miskin di Pacitan mencapai 19,50 persen, serta menempati urutan ke 32 dari 38 kabupaten atau kota di Jatim,”sampainya.

Ditambahkannya, penurunan angka kemiskinan di Pacitan. Pada tahun 2011, dari level 19 persen turun menjadi 18,13 persen, tahun 2012 turun menjadi 17,23 persen. Sedangkan pada tahun 2013 kembali turun diangka 16,66 persen, dan pada tahun 2014 lalu berada di posisi 16,18 persen.”Angka tersebut masih di atas persentase penduduk miskin Jatim, yaitu 12,28 persen, serta angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,96 persen pada tahun 2014,” pungkasnya.

Baca:  1001 Bikers MTB dari Berbagai Daerah Meriahkan HUT Pacitan ke 274

Kemudian, Kades Gemaharjo, Wahyu Pujiono, menandaskan ” adanya Sistim Informasi Data (SID) yang diprogramkan ke setiap Desa itu sangatlah bagus, diera kemajuan teknologi sekarang ini semua memakai Sistem SID dan bisa masuk keranah paling kecil dari penduduk, dengan tujuan menyatukan warga masyarakat bersama perangkat desa bersama-sama memajukan desa dengan memanfaatkan informasi dan jaringan. Konsep gotong royong sebagai kearifan lokal dipertahankan dan dikuatkan kembali,” tandasnya.

Untuk itu, Desa Gemaharjo mengembangkan program itu agar data yang dikumpulkan terjaga kerahasiaanya dari publik, Keamanan data pribadi warga juga terjaga, hal itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Sedangkan penerapan sistem informasi administrasi kependudukan sudah diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 88/2004 tentang pengelolaan administrasi kependudukan dan Undang-Undang (UU) No. 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 18/2005 serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 tahun 2007 tentang administrasi kependudukan. Pencatatan data penduduk suatu daerah yang melalui sistem informasi administrasi kependudukan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota dimana dalam pelaksanaannya diawali dari desa dan kelurahan sebagai awal dari pendataan penduduk disuatu daerah,” ulasnya. (Bc)

Baca:  Ladu, Jajanan Ramadhan Asli Prijekngablak Lamongan