Plt Bupati Trenggalek, Minta OPD Terkait untuk Sukseskan Pembangunan Bendungan Bagong

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H Moch Nur Arifin, meminta semua pihak utamanya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek agar menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dalam penyuksesan pengerjaan pembangunan Bendungan Bagong yang berlokasi di dua desa , Sengon dan Sumurup, keduanya masuk wilayah Kecamatan Bendungan.

Hal ini ditegaskan Plt Bupati  Moch Nur Arifin saat dilaksanakannya rapat koordinasi pelaksanaan pembangunan Bendungan bertempat di Aula Sekda, Senin, (25/2).

Plt Bupati Trenggalek, Moch Nur Arifin mengungkapkan, keberadaan pembangunan Bendungan Bagong pasca dimulainya pengerjaan pada Akhir Desember 2018 yang lalu, kini telah memasuki penentuan titik lokasi yang terkena dampak.

“Kini kita telah memasuki tahapan menetukan titik lokasi yang akan terkena luasan bendungan ini,”ungkapnya.

Baca:  Bonceng Sekda pakai Motor, Plt Bupati Trenggalek Sidak Pasar Pon

Dengan, jadwal itu, dirinya meminta agar dari luasan sekitar 61 ribu hektar itu diadakan sosialisasi kepada warga supaya tidak terjadi gejolak sosial yang memungkinkan menghambat pelaksanaannya.

“Jika sudah dikonsep silakan tim untuk turun dan menyosialisasikan tahapan ini kepada warga,”pintanya.

Bentuknya, Arifin juga memberikan arahan agar tim pembangunan yang dinakhodai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat untuk diadakan konsultasi publik. Nantinya konsultasi publik itu akan dapat masukan banyak dari pelbagai pihak yang ikut memperlancar proses pembangunannya.

“Libatkan banyak elemen sehingga kedepan proses ini akan jauh lebih mudah,”terangnya.

Sementara, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Suprianto mengatakan, rapat koordinasi pembangunan Bendungan Bagong ini sudah diadakan untuk kesekian kalinya. Tentunya progres yang dicapai juga ada grafik positif.

Baca:  Buntut Pengusiran Wartawan Ponorogo, Perayaan Grebeg Suro dan FNRP ke XXIII Terancam Diboikot

“Melihat yang sampai saat ini terjadi proses tahapan pembangunan bendungan ini jauh lebih bagus dibanding pembangunan bendungan sebelumnya,”katanya.

Maka, agar tetap terjaga alur yang positif ini, dia juga berharap masalah jadwal yang tersusun atau tahapan yang telah ditetapkan pihaknya bersama Brantas provinsi dilakukan secara konsisten.

“Penting agar dipatuhi jadwalnya agar tidak ada keterlambatan ataupun permasalahan secara teknis,”harpanya.

Sementara, untuk proyeksi pelaksanaan, Edy menyampaikan pembangunan Bendungan Bagong akan terseleseikan pada tahun 2022 mendatang.

“Kalau lancar pembangunan bendungan ini akan selesei pada 2022,”pungkasnya. (ham)

WELAS ARSO