Wakil Ketua DPRD Trenggalek : Pramuka Pemberi Inspirasi Semangat Berkarya

Guswanto Wakil Ketua DPRD Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Guswanto, mengapresiasi keikutsertaan kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek  dalam Festival Wirakarya Kampung Kelir 2019 di kampung nelayan pantai Gemah kabupaten Tulungagung Selasa – -Minggu, (26/2-1/3).

Semangat yang ditanamkan pada Pramuka sejak dini, menurutnya respon positif bagi pengembangan kemandirian generasi milenial yang itu menuju generasi emas bangsa.

“Negara ini sedang krisis , utamanya krisis mentak untuk kemandirian dan kepercayaan keberlangsungan negara,” ucapnya, Selasa, (26/2) di Trenggalek.

Untuk itu, Guswanto, meminta kontingen Pramuka yang ikut di ajang Festival Wirakarya Kampung Kelir di Tulungagung memnafaatkan momentum bisa bekerjasama dan saling kompak antar pemuda.

“Kekompakan yang ada harus selalu dijalin diantara para pemuda di Indonesia. Pun yang ada diantara anggota pramuka akan lebih menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Baca:  Memontum HUT ke 73 Kemerdekaan RI, Plh Bupati Trenggalek Minta Jaga Persatuan di Tahun Politik

Dengan persatuan dan kesatuan antar pemuda, lanjut politisi asal PDI Perjuangan ini akan mampu memerangi isu-isu ataupun berita hoaks yang dimungkinkan sedang dimainkan kelompok ataupun kepentingan tertentu.

“Pramuka itu selalu menjunjung azaz kegotong royongan yang mencerminkan falsafah Pancasila, maka dengan pramuka juga bisa mengcounter aksi hoaks yang kini menurut saya ada yang mengembangkan,”lanjutnya.

Apalagi, berkaitan dengan tahun politik, Pramuka yang dianggap dia punya segudang potensi utamanya kemampuan di bidang Informasi Tekhnologi, seyogyanya ikut berjuang membuat karya bangsa dan meninggalkan hal yang tidak penting termasuk yang sebabkan desintegrasi bangsa.

“Ayo bangkit bersama pramuka dalam membangun percepatan daerah seperti Trenggalek yang sedang membangun dari sisi manapun ini,”tegasnya.

Baca:  Rapid Test: Puluhan Wartawan Non Reaktif

Guswanto mengatakan organisasi pramuka di Indonesia khususya di Trenggalek telah berkontribusi dalam beberapa hal yang intinya bisa membantu pemerintah dan masyarakat. Jika saat terjadi bencana dan kegiatan kemanusiaan yang lain, mereka selalau yang terdepan.

“Setuju jika nantinya Pramuka menjadi salah satu mata pelajaran yang diakomodir dalam kurikulum pendidikan,”katanya.

Hal itu dianggapnya masuk akal, karena kehadiran pramuka yang sudah puluhan tahun jadi bagian dari kehidupan di tanah air pun di Trenggalek merupakan guliran yang amat efektif dalam menekan angka kenakalan remaja akut.

“Di Trenggalek pola pembinaan pramuka sangatlah efektif dalam membentuk karakter anak bangsa dan generasi milenial yang berpaut usia antara 12 hingga 35 tahun,”ungkapnya.

Baca:  Siapkan Bonus Bupati Trenggalek Berangkatkan Tim Poprov Jatim

Jadi, bisa ditebak kenapa seseorang terlihat aktif ataupun tidak dalam bermasyarakat, bisa jadi seseorang tersebut mungkin saja pernah menjadi anggota pramuka.

“ Itu kan kasat masat, diakui ataupun tidak out putnya telah nampak dari pramuka,”tandasnya.

Guswanto meminta selain aktif dalam pola pembinaan, pihaknya ingin organisasi pramuka lebih aktif dalam membangun wacana kebersamaan diantara stake holder yang lain agar bisa membantu kelangsungan perkembangan organisasi ini.

“Sangat dibutuhkan koordinasi yang inten dengan kita agar kita tahu kebutuhan dan saling beri masukan diantara kita,”pungkasnya. (ham)

WELAS ARSO