Jagoan Asal Kediri Diringkus di Pantai Cengkrong

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bachtiar Amin , pemuda jagoan asal Kelurahan Rejomulyo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berurusan dengan pihak Polres Trenggalek. Dirinya diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan disertai pengancaman menggunakan senjata tajam (sajam) terhadap Muhamad Nur Sayid (21) warga Desa Mojosari, Kediri.

Tindakan jagoan pelaku dilakukan di Pantai Cengkrong masuk Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

Korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuhnya hingga  menjalani perawatan medis di RSUD Tulungagung.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S membenarkan peristiwa tersebut dan pelaku merupakan residivis serta pernah di penjara di LP Kediri sekitar tahun 2014 dengan kasus yang sama.

” Untuk saat ini tersangka dan barang bukti telah kita amankan di Polres Trenggalek. Sedangkan kasus masih dalam proses penyidikan,” ucapnya, Jum’at (1/3).

Disampaikan Kapolres Didit, kronoligis awal, Rabu (27/2) pukul 15.30 WIB bertempat di lokasi wisata pantai Cengkrong masuk Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo , korban awalnya dijemput oleh pelaku di rumahnya Kediri, menggunakan mobil Toyota Kijang Nopol D 1139 BK bersama dengan tiga orang temanya.

“Korban dijemput pelaku dan kawan-kawannya terlebih dulu,”terangnya.

Dalam perjalanan dari Kediri pelaku minum minuman beralkohol jenis Bintang Kuntul yang dicampur dengan minuman ringan. Sampai di lokasi wisata pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, dan akhirnya berujung saling tengkar.

“Tidak ada sebab akhirnya pelaku dan korban saling ribut,’lanjutnya.

Tanpa alasan yang jelas dan secara tiba-tiba pelaku langsung menendang dan memukul mengenai wajah, hingga korban merasakan sakit dan mengalami luka.

“Tidak cukup disitu, pelaku juga mengancam korban dengan membawa pisau lipat sehingga korban lari minta tolong,”ungkapnya.

Tak terima atas perlakuan tersebut korban pun melapor ke Polsek Watulimo. Mendapat laporan petugas langsung  melakukan olah TKP dan serangkaian penyidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di jalan raya masuk Desa Tasikmadu beserta barang buktinya.

“Pelaku dengan sengaja melakukan kekerasan fisik kepada korban sehingga mengakibatkan korban mengalami luka dan sakit,” kata AKBP Didit.

Untuk korban, masih disampaikan AKBP Didit, saat ini masih menjalani perawatan secara intensif RSUD Tulungagung.

“Pelaku kita amankan sedangkan korban kita rujuk di Iskak Tulungagung,”pungaksnya.(ham)