Polresta Mojokerto Tetapkan Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota PSHT

para pelaku pengroyokan saat di amankan petugas polresta Mojokerto ( Foto : ELO _ KIcom)

KANALINDONESIA.COM : Polres Mojokerto Kota menetapkan tiga tersangka pengeroyokan anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di simpang empat Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Minggu (16/10/2016) lalu.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Nyoman Budiarja menuturkan, dari keterangan sejumlah saksi, akhirnya petugas menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengroyokan tersebut. Ketiga tersangka merupakan warga Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

“Setelah anggota kami telah memintai keterangan 60 orang dan hasilnya mengerucut kepada tiga nama. Sehingga ketiganya kita tetapkan sebagai tersangka pengroyokan di Kupang kemarin,” ungkapnya.(27/10/2016)

Masih menurut Kapolresta, ketiga warga tersebut yakni, Tri Arval David Santoso (25), Risa Indra Wahyudi (29) dan Riski Maulana Iskhak (21). Ketiganya merupakan pelaku pengeroyokan dua anggota PSHT, yakni Subandi (25) warga Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong dan Akhson Sholikudin (25) warga Samben, Kabupaten Lamongan bukan dari perguruan silat lain.

Baca:  Pasutri Curi HP di Mojokerto, Aksi Pelaku Terekam CCTV

“Kami pastikan ketiga tersangka bukan dari perguruan silat lain. Korban dikeroyok menggunakan tangan kosong. Ketiga tersangka menghadang korban secara spontan kerena sebelumnya dinilai para korban melakukan konvoi PSHT saat menghadiri wisuda di Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tersebut meresahkan masyarakat,” paparnya.

Kapolresta menjelaskan menjelaskan kronologi kejadian penroyokan anggota PSHT bahwa menurut pengakuan pelaku yakni, ketiga tersangka meras kesal dan melakukan penghadangan terhadap aksi konvoi tersebut. Saat itu, kedua korban berboncengan mengendarai Honda Vario nopol S 6404 LK. Tak hanya mengroyok kedua korban, para tersangka juga melakukan aksi pengroyokan terhadap Ahmad Hani Muslim (17) warga Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Baca:  FPPP DPRD Jatim Desak Gubernur Khofifah Menjawab Surat Resmi Komisi C Sebelum RUPS Bank Jatim

“Saat kejadian, korban yang bukan anggota PSHT tersebut mengendarai Honda Supra X 125 nopol S 2217 VF. Korban yang sendirian dihadang warga saat melintas di simpang empat Kupang pada hari yang sama. Akibatnya, korban sempat menabrak teras rumah warga, kemudian dikeroyok beberapa orang hingga babak belur,” tegasnya.

Lanjut Kapolres, karena korban masih di bawah umur, kasus pengroyokan tersebut ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Salah satu pelaku yang ikut mengeroyok Ahmad Hani Muslim yakni Riski Maulana Iskhak (21) alias Soto. Tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Sementara, dua tersangka lain yakni Tri dan Indra dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana 6 tahun penjara. Kami masih melakukan pengembangan kasus pengroyokan terhadap Ahmad Hani Muslim karena diduga aksi pengroyokan dilakukan lebih dari satu orang. Kami melakukan penangkapan dan penetapan tersangka sebagai jawaban bagi warga PSHT dan juga masyarakat,” jelasnya.

Baca:  KPU Kabupaten Mojokerto Terima 1.166.233 Surat Suara

Imbuh Kapolres, penangkapan dan penetapan tiga tersangka tersebut juga untuk meredakan kerusuhan antara warga dengan anggota PSHT. Menurutnya, kasus tersebut masih mungkin berkembang. Jika sudah cukup bukti maka pihaknya akan segera menetapkan tersangka baru.(elo)