Gubernur Jawa Timur Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung SMA Budi Luhur Di Jombang

Gubernur Jatim saat melakukan peletakan batu pertama

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung SMA Budi Luhur, yang berlokasi di kawasan Pondok Pesantren Gading Mangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur, Ketua DPW Lembaga Dakwah Indonesia (LDII) Jatim, Mohammad Amien Adhy, Ketua Yayasan Budi Utomo, Wildi Istimror,  Bupati Jombang Munjidah Wahab, Unsur Forkopimda, Pejabat , Pengurus yayasan Budi Luhur, dan para tamu undangan lainnya.

Disela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan SMA Budi Luhur Gubernur Jawa Timur menyampaikan terimakasih kepada Lembaga Dakwah Indonesia yang mengembangkan pendidikannya dengan menambah ruang belajar untuk siswa.

” Pemerintah provinsi Jawa Timur menyampaikan terimakasih, hari ini LDII melakukan kembali pengembangan pendidikannya dengan menambah ruang belajar SMA, yang peletakan batu pertama pembangunan sekolah baru kita lakukan, mudah-mudahan semoga semua lancar dan sukses, dan lebih baik,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (2/2/2019).

Khofifah menambahkan anak-anak di Jawa Timur harus mempuyai motivasi untuk bersekolah setinggi-tingginya karena pendidikan menjadi faktor utama yang sangat menentukan pembangunan di suatu negara. Dan peran itu juga harus dilakukan secara aktif oleh semua pihak, termasuk orang tua.

“Ketika kita masuk negara-negara yang semakin maju maka pendidikan menjadi faktor utama yang sangat menentukan, ketika kita berbicara pada reformasi industri kenapa pendidikan sangat menentukan, oleh karena itu kita bisa melihat transisi dari SMA ke perguruan tinggi sangat penting terutama bagaimana mengintruduksi nilai-nilai, karakter-karakter akhlakul mulia menjadi satu kesatuan dengan seluruh bahan ajar dari lembaga-lembaga pendidikan kita, ” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPW Lembaga Dakwah Indonesia (LDII) Jatim, Amien Adhy berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantu pengembangan lembaga pendidikan di Jawa Timur. Meskipun sudah mempunyai gedung sendiri, namun kuota gedung tersebut masih terbatas.

“Gubernur Jatim ini meninjau kembali Perda tentang pembatasan ijin SMK sebab selama ini ada kuota 70 untuk SMP dan kuota 30 untuk SMA, harapan kita dapat dibantu oleh pemerintah  provinsi Jawa Timur karena memang ini merupakan bagian dari upaya mencerdaskan  sumber daya manusia di provinsi Jawa Timur,” tukas Amien.(BEN)