Diduga Tercemar Limbah, Air Sungai Gembolo di Mojokerto Berubah Warna dan Berminyak

Salah satu warga saat menunjukkan sungai Gembolo yang diduga tercemar limbah

MOJOKERTO,KANALINDONESIA.COM :Diduga tercemar limbah, air Sungai Gembolo Dusun Ketok, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto berubah warna dan mengeluarkan minyak. Hal ini membuat sejumlah warga yang bermukim di area sekitar sungai tersebut mulai resah.

Pantauan wartawan, warna air sungai berwarna coklat pekat dan ada nampak jelas ada gumpalan minyak. Perubahan warna air yang disertai munculnya minyak ini sudah terjadi sejak lima hari terakhir. Limbah yang mencemari Sungai Gembolo itu dikhawatirkan akan merusak ekosistem sungai.

“Gak tahu kenapa airnya berminyak mas. Sudah lima hari lalu, padahal sebelumnya meski kotor gak sepekat ini,” ujar Imam Syafi’i (32) salah satu warga setempat yang merasa sangat terganggu dengan kondisi sungai yang tercemar, Senin (04/03/2019).

Bau air sungai, lanjut Imam, seperti ada bau karat besi. Jika kondisi ini berlangsung secara terus menerus, warga khawatir akan mengancam kesehatan warga setempat. “Warga biasanya mencuci di sungai, namun beberapa hari tidak mencuci karena sungai tercemar limbah,” ungkap Imam.

Masih menurut penjelasan Imam, atas kondisi tersebut, pihaknya beserta dan warga lainnya sudah mengadu ke perangkat desa. Dan saat ini pihak Desa masih melakukan pengambilan sampel air, untuk di uji di laboratorium.

“Sekarang paling parah, kami sudah mengadu ke Bu polo. Sudah ambil sampel air tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” keluhnya.

Terbatasnya informasi dan tidak adanya respon yang cepat dari pihak pemerintah Desa setempat, akhirnya beberapa warga beranggapan, bahwa perubahan warna air Sungai Gembolo diduga akibat dari terkontaminasinya air sungai dengan cairan yang berasal dari limbah pabrik yang lokasinya dekat dengan sungai.

“Bahkan, pada saat kondisi cuaca panas, air Sungai Gembolo terkadang mengeluarkan buih busa,” terang Imam.

Harapan warga sekitar, pihak terkait seperti Polres Mojokerto dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto segera menindaklanjuti keluhan warga. Misalnya mengambil sampel air dan menindak pabrik yang membuang limbah ke sungai.

“Pemerintah dan instansi terkait harus menguji pencemaran ini. Kalau benar terbukti melanggar aturan harus ditindak tegas,” tukas Imam. (BEN)