Plt Bupati Trenggalek Ingatkan Program PKH Harus Transparan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H Moch Nur Arifin menegaskan rencana Dinas Sosial dilingkup pemerintahan setempat, terkait tentang penempelan stiker penerima manfaat bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya  sangat setuju dan mendukung.

Hal ini disebabkan agar semua pelaksanaan bantuan itu berjalan secara transparan dan akuntable serta dapat dipertanggungjawabkan.

Namun dirinya meminta kalimat  atau bahasa yang diterakan pada stiker harus dibuat dan ditata sedemikian rupa demi rasa keadilan serta  kemanusiaan.

“Kita ini menjunjung tinggi Hak Azazi Manusia (HAM), jadi harus dipertimbangkan tata bahasa agar etis,”ucapnya, Senin, (4/3) di Trenggalek.

Nur Arifin mengatakan, memang ada rencana tersebut. Namun teknisnya nanti akan langsung diserahkan kepada dDinas terkait untuk menata kata atau bahasa yang baik.

“Jangan menggunakan bahasa orang miskin, misal bisa dibuat kata-kata penerima manfaat atau penerima bantuan sosial. Saat ini rencana tersebut masih kita desain,” katanya.

Diiungkapnya, terkait pendataan, secara undang-undang evaluasi, pendataan itu ada di tingkat desa melalui musyawarah desa. Namun saat ini sudah terbantu dengan adanya posko gertak dan lainnya serta tim verifikasi, sehingga data terus diupdate.

“Sebenarnya ketika data telah terkonfirmasi masih ada waktu setahun dua kali untuk update data. Dinsos juga telah meminta izin untuk menempatkan petugas khusus disuport data sebagai petugas aktif input data,”terangnya.

Petugas khusus tersebut ditambahkan pemimpin muda ini, sebagai petugas yang mengurusi input data. Jika ada perubahan maka harus segera diupdate, jika dibawah sudah update maka di atas juga harus update.

“Terutama pada pihak desa juga harus melakukan verifikasi data dengan aktif dan maksimal, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, “imbuhnya.

Dia juga meminta agar pelaksanaan program yang kini banyak dilirik kabupaten/kota di Indonesia terutama bersinergi dengan program Gerakan Tengok ke Bawah Kemiskinan (Gertak) dimana sudah berjalan seiring kepemimpinannya agar berkelanjutan sesuai capaiannya.

“harus lebih baik, lebih tertata dan tentunya tetap transparan,”pungkasnya. (dik/ham)

WELAS ARSO