Belasan Gepeng Diamankan Satpol PP Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Belasan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di area terminal dan perempatan lampu merah di wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur berhasil diamankan pihak Satpol PP dan Polsek setempat, Minggu, (3/3).

Kegiatan ini dimaksudkan untuk agar tercipta kondisi aman dan nyaman serta menegakkan peraturan daerah teerhadap kawasan yang dirasa rawan sosial.

Ulang Setiadi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) menjelaskan dalam penertiban ini petugas berhasil menjaring 11 gepeng yang tidur di dalam pasar dan 2 anak punk yang berada di perempatan lampu merah Durenan.

“Dari 13 yang terjaring, ada 5 anak punk yang melarikan diri setelah mengetahui adanya penertiban petugas,”ungkapnya.

Selanjutnya diamankan, kemudian dilakukan pendataan serta pembinaan, sekaligus tindakan ini  diberikan agar ada efek jera.

“Setelah dibukanya hotline layanan pengaduan Satpol-PP Trenggalek, masyarakat dengan mudah dan cepat memberikan informasi terkait keberadaan para gepeng,”terangnya.

Menurut Ulang, setelah dilakukan pendataan, ternyata para gepeng banyak yang berasal dari luar Trenggalek.

“Mereka ada yang berasal dari Caruban, dari Durenan ada dua dan kebanyakan dari Tulungagung. Kendati demikian ada  juga gepeng yang kembali terjaring, padahal sebelumnya pernah juga terjaring, namun tetap belum jera,”imbuhnya.

Hasil penertiban kali ini, dikatakan Ulang, merupakan hasil laporan masyarakat, dengan telah melakukan aduan di layanan aduan Satpol-PP.

“Kami bersama Polsek Durenan melaksanakan razia dan berhasil mengamankan 13 gepeng dan anjal,” katanya.

Ulang juga menjelaskan, keberhasilan ini berkat peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi serta laporan tentang keberadaan para gepeng dan anjal yang tidur di dalam pasar Durenan.

“Berkat laporan dari masyarakat, langsung kita tindak lanjuti dengan menerjunkan patroli sore untuk mendeteksi dini dengan mengirim dua orang untuk melihat kondisi target,”jelasnya.

Kemudian, lanjut Ulang, setelah positif tetang keberadaan para gepeng, kami bergerak cepat bersama Polsek Durenan menggelar penertiban.

Dipungkasi Ulang, penertiban ini dilakukan, karena pasar yang merupakan fasilitas umum tidak diperkenankan untuk tempat tidur.

“Demi keamanan dan kenyamanan warga,”tandasnya.(dik/ham)

WELAS ARSO