Dugaan Pencemaran Limbah oleh PT. APS, Ini Jawaban Humas

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Proyek pelebaran pabrik Adi Prima Suraprinta (APS) kini mengundang respon negatif oleh warga terdampak, pabrik kertas yang berdomisili di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

Hal ini sesuai dengan realita yang ada di dalam proyek pelebaran pabrik, tampak exkavator mengurak arik sampah plastik dan sejenisnya dicampur dengan tanah urug, kendati dicampur dengan tanah urug, ketika angin berhembus menuju ke perkampungan, namun, sampah plastik yang diduga limbah tersebut tetap menimbulkan bau tak sedap.

Warga terdampak sisa hasil produksi tersebut merasa terganggu dengan bau tak sedap yang tiap hari dikonsumsinya, juga ribuan ton limbah padat yang menggunung di bantaran Sungai Mas (ditumpuk menggunung diluar pabrik dekat area pemukiman penduduk) yang kerap menimbulkan wabah penyakit ketika hujan turun.

Yit( 37) warga terdampak menceritakan adanya limbah yang ditimbulkan oleh pabrik kertas tersebut.

“Tolong mungkin dengan cara diingatkan lewat media masa pabrik ini menanggapi keluhan warga, sebenarnya masalah ini sudah lama sekali dan berkepanjangan, kami semua sudah bosan, tiap hari disuguhi dengan bau busuk yang ditimbulkan,”tandasnya

“Dan yang pasti limbah cair dan padat tersebut menjadi momok warga sekitar, kami juga sempat berulangkali mengingatkan pihak pabrik, hanya didengarkan saja,”imbuhnya.

Ia menambahkan,” dengan adanya limbah yang berasal dari pabrik kertas tersebut, pihak manajemen menawarkan limbah tersebut pada warga yang selalu mengkritisi pabrik untuk dikelola kembali, tapi tidak ke semua orang, hanya orang-orang tertentu saja, memang limbah yang bercampur aduk itu kalau telaten memilahnya, masih ada yang bisa di uangkan,”imbuh Yit.

Sementara, Rudi Harahap humas PT. APS serta Bahrul wakilnya saat dikonfirmasi awak media di warkop dekat perusahaan terkait dugaan limbah sampah plastik yang bercampur limbah tersebut, pihaknya mengaku kalau dirinya tidak punya otoritas soal dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan.

“Saya di PT. APS hanya sebagai karyawan, mengenai dampak yang ditimbulkan kami baru tahu, kalau proyek pabrik yang baru itu menimbulkan bau, kayaknya bukan limbah mas, itu hanya pecahan beling dan kotoran biasa, kami akan sampaikan aduan warga ini ke direktur utama untuk menyikapinya, jujur kami disini tidak punya otoritas untuk memutuskan,”katanya di hadapan awak media sambil ngopi bareng

Pihaknya menambahkan,”kami akan identifikasi, terkait warga terdampak, benar apa tidaknya sumber permasalahan ini dari perusahaan kami atau bukan..?, kalau info yang masuk ke kita selama ini sih baik-baik saja kayaknya tidak ada polemik,j angan-jangan ada oknum yang sedang mencari-cari kelemahan kami, tapi tidak masalah, kami terima aduan ini, ini merupakan sebuah masukan bagi kami untuk ke depan lebih baik, kami saat ini juga dalam proses mengumpulkan warga sekitar untuk mengurus AMDAL, sekarang masih dalam tahab sidang Kerangka Acuan, kapan hari kita sudah sempat kumpulkan warga dan perwakilan dari Pemdes Sumengko untuk membahas masalah ini,”papar Rudi.

Disinggung soal dipastikanya itu limbah atau bukan? dan perlu adanya clean up.

Bahrul wakil Rudi mengatakan,”kalau terbukti dengan adanya limbah yang ditimbulkan, kami pasti kooperatif dan kami akan memperbaiki sistem kami, karena pabrik kertas ini berdiri di Sumengko sudah cukup lama sejak 1994, perusahaan kami juga sudah banyak memberikan bantuan-bantuan kepada warga terdekat, baru-baru ini kita juga baru bikin penerangan jalan umum di RT sebelah barat pabrik yang semua materialnya dari kita, tak hanya itu sampah plastik yang masih bisa dimanfaatkan kami berikan dengan cuma-cuma alias gratis, juga besi-besi bekas kita jual murah kepada masyarakat sekitar tujuanya untuk membantu meningkatkan taraf hidup mereka,”pungkasnya.(irwan)