Plt Bupati Trenggalek Tinjau Wilayah Terdampak Bencana Banjir

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Moch Nur Arifin langsung meninjau wilayahnya yang sedang mengalami kebanjiran. Tercatat lima kecamatan mengalami genangan air hingga ke rumah warga diantaranya, Kecamatan Panggul, Tugu, Karangan , Trenggalek , dan Pogalan.

Dari informasi yang dihimpun, hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, sejak kemarin sekitar pukul 16.00 Wib sampai sekarang, Kamis (7/3) pukul 09.30 Wib, juga belum reda.

“Akibatnya terjadi bencana alam, banjir dan tanah longsor menerjang wilayah Trenggalek,”ucap Plt Bupati Moch Nur Arifin.

Informasi sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, wilayah yang terdampak banjir sekitar 14 desa dari 5 kecamatan. Sedangkan longsor terjadi di 4 titik pada 3 kecamatan di Trenggalek, diantaranya, Kecamatan Bendungan, Pule, dan Dongko yang disertai ambrolnya jalan sirip selatan nasional pada Kilometer 47 di Desa Cakul kecamatan setempat.

Menurut orang nomor satu di Trenggalek ini, pihaknya telah antisipasi dampak bencana banjir, termasuk langkah evakuasi dan bantuan dapur umum sebagai penyedia makanan untuk warga.

“Kita pastikan saudara kita yang terkena musibah ini bisa ada asupan makanan karena yang jelas mereka tidak bisa memasak,”ungkapnya.

Moch Nur Arifin melanjutkan, kondisi warga dipastikan telah mendapat perawatan kesehatan, karena sudah didirikan posko bencana yang lengkap difasilitasi dapur umum dan mobil kesehatan.

“Tadi sempat kita evakuasi ibu hamil dan nenek yang sudah tua untuk langsung mendapatkan perawatan kesehatannya,”tegasnya.

Selain itu dipastikan Plt Bupati Arifin, dinas terkait bersama stake holder yang lain membantu warga dalam membersihkan sisa –sisa banjir serta menormalisasi bagian yang lain agar warga bisa beraktifitas secara normal.

“Akan kita selalu koordinasikan agar aktifitas warga normal kembali,”tuturnya.

Suyanto, (49), warga RT 12 RW 9 Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek mengatakan, banjir yang hingga masuk kepemukiman warga di wilayahnya itu disebabkan dari luapan kali Tugu yang terjadi pada Rabu malam (6/7) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Terjadinya hujan di wilayah Trenggalek itu sejak kemarin sekitar pukul 16.00 WIB dan sampai saat ini belum reda. Sedangkan banjirnya hingga masuk ke pemukiman warga terjadi sekitar pukul 21.00 Wib dengan kedalaman air mencapai satu meter,’’terangnya.

Ditambahkan, mengingat situasi hujan yang belum reda, dimungkinkan banjir akan semakin besar dan luapan kali dipastikan akan bertambah. Sedangka untuk rincian berapa rumah yang terkena dampak banjir di Kelurahan Kelutan dan Tamanan belum ketahui.

“Tadi warga di sini sudah bergotong royong membersihkan rumah masing-masing saat surut sehabis subuh tadi,”pungkasnya. (ham)