Lagi Asik Berdoa Uang Palsu Ingin Diaslikan Dukun dan Pasien Diciduk Polisi

Upal :Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho  mengatakan dari empat pelaku, pihak kepolisian mengamankan uang palsu senilai 54.650.000.

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Nasoka, warga Desa Banyuurip Kecamatan Ngampel harus berurusan dengan pihak kepolisian Polres Kendal. Lantaran menyimpan uang palsu (upal) dirumahnya.
 
Selain Nasoka, Satreskrim Polres Kendal juga mengamankan tiga lainnya yang diduga sebagai pemasok dan pengedar uang palsu. Tiga orang tersebut yakni Suradi, Intan Nurmawati dan Joko Yatmo warga Purwosari Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
 
Pihak kepolisian mengamankan uang palsu senilai 54.650.000. Upal tersebut terdiri dua nomor seri saja uang palsu menyerupai pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.
 
Nasoka mengatakan, dirinya didatangi oleh tersangka Suradi, Intan dan Joko yang datang ke rumahnya membawa uang palsu dan meminta agar uang palsu tersebut dibacakan doa atau mantra agar bisa menjadi uang asli.
“Saya disuruh mendoakan agar uang palsu senilai 37,9 juta bisa berubah menjadi uang asli,”katanya.
 
Atas permintaan ketiga orang tersebut, pihaknya mengiyakannya untuk mendoakan uang palsu agar jadi uang asli tanpa berpikir akan berakibat pidana bagi dirinya.
“Saya juga tidak tahu uang tersebut dari mana asalnya. Saya hanya diminta mendoakannya saja,” ungkap Nasoka.
 
Sementara Suradi mengatakan uang palsu tersebut tidak ia produksi sendiri. Ia justru mendapatkannya dari seseorang di Banyubiru, Kabupaten Semarang yang baru dikenalnya.
“Tidak tahu, karena saya hanya di kasih orang, setelah saya lihat uang itu semua palsu. Akhirnya saya bawa bersama-sama Joko dan Intan ke rumah Nasoka untuk didoakan menjadi uang asli,” tuturnya.
 
Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho  mengatakan dari empat pelaku, pihak kepolisian mengamankan uang palsu senilai 54.650.000.
Terungkapnya kejadian itu setelah mendapati laporan adanya seorang warga yang menyimpan uang palsu.
“Uang palsu tersebut di doakan menjadi uang asli menggunakan kekuatan magic,” katanya.
 
Adanya laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi rumah Nasoka di Desa Banyuurip, Ngampel. Pihakya menemukan uang palsu senilai 37.900.000 dalam bentuk pecahan rupiah.
 
“Dari pengangkaun Nasoka mendapatkan uang tersebut dari Intan, Suradi dan Joko. Bahkan dari tersangka Joko, kami juga menemukan uang palsu senilai 16.750.000. Dari keterangan para pelaku bahwa uang palsu itu didapat dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Semarang. Kami masih melakukan lidik akan hal itu,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu ( 9/3).
 
Dari kejadian tersebut, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 36 ayat 2 Juncto Pasal 26 Ayat 2 Undang-undang RI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.
“Dengan ancaman Pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar,” tandasnya. (Eko)