Plt Bupati Minta Amblasnya JSSN Segera Ditangani BBPJN

TRENGGALEK, KANALONESIA.COM: Pelaksana Tugas(Plt) Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mochammad Nur Arifin meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera melakukan perbaikan Jalan Sirip Selatan Nasional (JSSN) Trenggalek-Pacitan, tepatnya  di Kilometer 47 Desa Cakul, Kecamatan Dongko yang amblas hampir lebih dari separoh badan jalan.

Sebelumnya, akibat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lebih dari 3 jam lamanya, JSSN  Trenggalek-Pacitan ini  ambles sepanjang 25 meter dengan kedalaman satu meter. Dan kini hanya separuh badan jalan yang bisa dilalui dengan sistem buka tutup.

Moch Nur Arifin mengaku pihaknya telah menghubungi pihak BPPJN selaku kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Informasinya proses perbaikan akan dilakukan secepatnya. Namun sebelum diperbaiki akan dilakukan tahap perencanaan dan kajian di lokasi kejadian.

“Ini adalah akses vital di Trenggalek, warga Kecamatan Panggul kalau ke kota ya lewat itu, kami khawatir kalau tidak segera diperbaiki justru akan terputus total,”ungkapnya, Minggu, (10/3) di Trenggalek.

Apalagi kondisi cuaca seperti ini dan di sekitarnya juga ada retakan,Arifin mengatakan hal tersebut sangat menghambat dari berbagai sektor.

“Cuaca seperti yang diinformasikan BMKG sangat rawan dan bisa berdampak sektor yang lain,”katanya.

Di sisi lain,  di sekitar lokasi jalan ambles juga terdapat rumah warga yang ikut terancam. Dengan langkah strategis tersebut diharapkan dampak kerugian yang ditimbulkan tidak semakin besar.

“Di sekitarnya banyak pemukiman warga dan ini membahayakan pula,”tegasnya.

Arifin berpesan tidak hanya di titik jalan yang ambles itu saja yang ditangani, tapi juga di titik-titik lain yang sudah terjadi retakan berbentuk parabola.

“Kondisi ini tidak hanya berbahaya bagi pengendara saja, namun di bawah lereng retakan juga ada rumah warga,” imbunya.

Sementara , Edy Santoso, (46), warga setempat mengatakan sebelum ambles, jalur utama tersebut sempat mengalami retak-retak. BBPJN juga sempat melakukan upaya penambalan dengan menutup retakan.

“Retaknya sudah lama, kemudian ditambal, tapi setelah terkena hujan deras berjam-jam akhirnya ambles ini. Sekarang kalau lewat gantian,”terangnya.(dik/ham)

WELAS ARSO