Rofi’ Munawar Pahamkan Empat Pilar Kebangasaan pada Profesi Guru di Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Rofi’ Munawar anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diberangkatkan dari Daerah Pemilihan (dapil) Jatim IX,  menemui konstituennya yang berprofesi sebagai guru di lingkup pendidikan di daerah setempat guna mensosialisasikan 4 (empat) pilar kebangsaan dimana hal ini telah digagas di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) beberapa tahun silam.

Bertemakan Pancasila sebagai Landasan Ideologi Negara, UUD RI 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR RI, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara, kegiatan ini bertempat di Balai Pertemuan Amanah, Rabu, (6/3).

Rofi’ Munawar, Lc dalam paparannya mengatakan, materi yang saat ini sedang menjadi pokok bahasan khusus Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu beralasan karena kebebasan berpendapat di era sekarang memang menandai lahirnya era reformasi, tapi seringkali kebebasan tersebut dimaknai bebas tanpa batas.

“Kesalahpamahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial. Tentu saja, hal tersebut sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,”ungkapnya.

Rofi’ Munawar melanjutkan, dalam kesempatan bertatap muka dengan para kader PKS Kabupaten Trenggalek, generasi muda pasca reformasi perlu terus menerus diberikan pemahaman tentang empat pilar kebangsaan, sehingga untuk menghadapi masa depan bangsa ini akan lebih tegak dan kokoh dalam berbangsa dan bernegara menuju cita-cita proklamasi.

“Lembaga legislatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945,”lanjutnya.

Salah satunya, dikatakan politisi gaek ini, dengan terus mensosialisasikan empat pilar MPR RI, Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara & Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Untuk itu kita berkewajiban sosialisasikan materi ini untuk kemudian ditindaklanjuti para pendidik itu,”ucapnya.

Rofi’ yang kelahiran Lamongan pada 18 Pebruari 1967 ini menyampaikan bahwa empat pilar kebangsaan  yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang sesuai dengan ajaran Islam. Pemahaman tentang empat pilar kebangsaan ini disampaikan Rofi’ sangat penting bagi para pengurus PKS. Apalagi saat ini,  yang saat ini sangat sering dihembuskan adalah isu tentang agama.

“Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi dasar dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia ke depan lebih maju dan bermartabat, dan tentunya bersendi agama,” lanjutnya.

Politikus yang sering nangkring di media nasional ini menegaskan begitu pentingnya pemahaman dari empat pilar kebangsaan ini, yakni memahami secara keseluruhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi generasi muda atau pelajar.

“Sangat memprihatinkan ketika banyak terjadi di masyarakat yang menyatakan pancasilais namun sebenarnya tidak menerapkan sila – silanya. Pada sila pertama misalnya, tentang ketuhanan, dimana menyatakan ‘Saya Pancasila’ namun dalam kenyataanya tidak pernah melaksanakan perintah dalam agama dan itu harus ditanamkan pada generasi penerus,”tandasnya.

 

DIrinya berharap para guru dan profesi pendidik di Trenggalek siap mengawal Pancasila. Dan yang perlu ditegaskan menurutnya bahwa agama adalah pemersatu bangsa . Karena isu-isu tentang beragama menjadi sangat sensitif serta dapat menimbulkan perpecahan.

“Pendidik harus memahami permasalahan yang ada di masyarakat dan berhati-hati terhadap upaya memecah belah NKRI yang telah dibangun dengan susah payah ribuan tahun,”pungkasnya.(ham)

WELAS ARSO