Polres Trenggalek Dirikan Posko Darurat Bencana

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Posko terpadu tanggap darurat  bencana didirikan pihak Polres Trenggalek, Jawa Timur bekerjasama dengan BPBD dan Dinas Sosial setempat.

Sedianya posko ini difungsikan untuk memudahkan penanganan pasca bencana termasuk inventaris kerusakan yang timbul serta kebutuhan warga terdampak baik dari segi kesehatan dan kebutuhan pokok warga yang belum mampu beraktifitas secara ekonomi secara normal.

Dari pantauan, selain mendirikan Posko utama, pihak polres juga menerjunkan di titik-titik yang dibutuhkan untuk membuka pengecekan kesehatan kepada warga secara gratis. Salah satunya di wilayah Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan yang mengalami kebanjiran lumayan parah hingga dua meter.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H. mengatakan Posko terpadu tersebut di tempatkan di halaman Stadion Menak Sopal Trenggalek. Beberapa tenda peleton didirikan lengkap dengan peralatan pendukungnya.

“Dengan posko terpadu ini memudahkan koordinasi dan kolaborasi antar instansi dalam penanganan bencana di Trenggalek,” jelas AKBP Didit.

Selain itu, masih kata AKBP Didit keberadaan Posko juga mempercepat pergerakan personel saat mendatangi TKP bencana alam sesuai dengan analisis kebutuhan mengingat masing-masing stakeholder terlokasi dalam satu tempat.

“Semua perangkat sebisa mungkin kita cukupi, baik personel maupun perangkatnya. Ada kendaraan patroli, dapur umum, ambulance dan lain-lain,” ujarnya.

Kapolres Didit menegaskan selain untuk koordinasi dan gudang bantuan, tenda-tenda itu bisa difungsikan jika ada bencana susulan , mengingat cuaca masih kurang bersahabat.

“Dalam kondisi darurat Posko ini juga bisa digunakan sebagai lokasi pengungsian sementara bagi warga terdampak bencana. Kami siapkan velbed dan tenda yang mampu menampung puluhan orang,” tegasnya.

Lebih lanjut AKBP Didit mengatakan, setiap hari pihaknya akan menempatkan personel yang distanbykan di posko tersebut lengkap dengan kendaraan operasional bergabung bersama instansi lainya.

“Semua kita siapkan termasuk kendaraan yang bisa sewaktu-waktu dipergunakan apa saja,”katanya.

Terkait dengan batasan waktu pendirian Posko, pihaknya menegaskan bahwa Posko akan dicabut hingga situasi benar-benar dinyatakan aman sesuai dengan hasil kajian bersama antar instansi.

“Posko ini tidak terbatas waktu, seumpama dilihat kondisinya sudah berjalan normal di masyarakat , kita akan hentikan kegiatan ini,”pungkasnya. (ham)

WELAS ARSO