Teganya Pemuda Gresik Habisi Nyawa Ibu Kandungnya Sendiri

GRESIK,  KANALINDONESIA.COM: Roz (29)  warga Desa, Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, tega menggorok leher Rusmini (65) ibu kandungnya sendiri, wanita setengah tua itu akhirnya meregang nyawa di hadapan putra kandungnya, Minggu(10/03/2019).

Pelaku  mengaku kalau sering dimarahi ibunya, yang menyebabkan dirinya sakit hati dan menyimpan dendam pada ibu kandungnya sendiri. Roz tega menggorok leher ibu kandungnya menggunakan sebilah sabit.

“Lebih baik saya membunuh ibu kandung saya sendiri dari pada saya membunuh tetangga, saya dendam padanya karena tiap pagi selalu marah-marah terus padaku, semua orang juga bakalan mati juga ibu saya dengan nada keras,”ujarnya di hadapan Kapolres Gresik.

Peristiwa berdarah ini terjadi di rumah korban, tepatnya di ruangan tengah, akibatnya korban meregang nyawa seketika dan bersimbah darah di sekujur tubuhnya.

Walau telah menghabisi nyawa orang yang dicintainya, tersangka tidak menyesal sedikit pun meski ia sudah menggorok orang yang telah melahirkanya.

Kapolres Gresik mengatakan,”motifnya dia ini dendam karena tiap hari dinasehati oleh orang tuanya, entah setan apa yang merasukinya dia sampai tega membunuh orang yang melahirkanya,”papar Kapolres.

Kapolres menambahkan,”pelaku kita tangkap dirumah kerabatnya, setelah ada laporan dari kepala desa setempat, pada pukul 10.00 WIB melalui Babinkamtibmas Polsek Dukun, saat kita introgasi pelaku memang tidak menyesal sama sekali, bahkan dia pamer kalau dirinya mempunyai ilmu hitam yang kebal dengan semua senjata tajam,”imbuh Kapolres.

Ditempat kejadian perkara polisi menemukan jasad wanita setengah tua dengan bersimbah darah di sekujur tubuhnya dan menemukan luka bekas bacokan sabit yang masih mengangah di leher korban.

Jasad korban segera dilarikan ke  rumah sakit guna keperluan visum dan pelaku segera di proses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Terpisah, Kades Madumulyorejo Matrozim mengaku, perilaku warganya ini memang agak aneh. Selain jarang bergaul, tingkahnya juga sulit ditebak. Lebih-lebih setelah bapaknya meninggal, pelaku memang terlihat depresi. “warga menganggap biasa yang penting tidak mengamuk. Tapi, ndak tahunya koq tiba-tiba nekat membunuh ibu kandungnya sendiri,”terang Kepala desa.(Irwan)

WELAS ARSO