Hari Langgeng Wiyono dan Novana Puspitasari Siap Menangkan Jokowi-Amin

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Hari Langgeng Wiyono , Calon Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek , Jawa Timur berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi ,Trenggalek- Bendungan-Pogalan dan Durenan kompak bersama Novana Puspitasari yang maju menjadi calon anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim VII (Trenggalek-Ponorogo-Pacitan-Ngawi dan Magetan), bersiap menyuarakan platform yang diusung pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di wilayah ini.

Hal ini disampaikannya saat digelar Ngobrol Bareng bersama calon anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko di markas pemenangan Hari Langgeng –Nova Puspitasari , Jalan Setyabudi Kelurahan Tamanan Kecamatan/ Kabupaten Trenggalek, Minggu malam,(10/3).

Dikatakan Hari Langgeng, persoalan kemajuan pembangunan di Indonesia dengan kepemimpinan Jokowi telah banyak dibuktikan. Pembangunan nasional yang bergulir di Trenggalek seperti Bendungan Tugu dan Pelabuhan Prigi adalah menjadi contoh kepedulian pusat terhadap daerah.

“Seperti Bendungan Tugu yang hampir final pembangunannya dan dimulai pengerjaannya pelabuhan Prigi adalah nyata bukan janji,”katanya.

Belum lagi, masih keterangan pria yang kini masih menjabat sebagai Ketua Komisi III bidang pembangunan di DPRD Kabupaten Trenggalek ini, dukungan terhadap Presiden Jokowi untuk menjabat kedua kalinya sangat kuat, karena memang presiden sudah sering sambangi Kabupaten Trenggalek.

“Hadirnya pemerintah pusat yang langsung presiden sendiri yang hadir di Trenggalek sangat mempengaruhi elektabilitas pemenangan pasangan no 1,”terangnya.

Hari Langgeng dan Novana Puspitasari kompak mengklaim jika suara no urut 1 capres di Trenggalek sangat berat untuk diikuti capres yang lain. Namun dia berpesan agar kader yang mendukung juga harus rajin menyuarakan hasil kenierja Jokowi itu sendiri.

“Walaupun sudah di atas kertas menang , tetapi kader jangan berpangku tangan, pahamkan akan kerja yang dilakukan Presiden Jokowi di Trenggalek khususnya kepada warga masyarakat,”tandasnya.

Sementara, Budiman Sudjatmiko, calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX, meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan Ngawi dan Magetan menjelaskan, survey yang disampaikan berdasarkan lembaga survey dari Australia, yang menyatakan Jokowi meraih 58% dalam Pilpres nanti.

“Jokowi-Amin dipastikan akan menang pada Pilpres mendatang. Karena berdasarkan lembaga dari negara Australia Jokowi-Amin bakal mendapat suara 58% melalui surveynya. Dari survey tersebut paslon nomor urut 01 di desa memperoleh 63,5% dan di kota 53%,”jelasnya.

Selain itu ada kemenangan dari hasil survey sepeti di provinsi yang lain di luar Jatim.

“Untuk di Jawa Tengah 74,50%, Jawa Timur 73%, Sumatera Utara 74%, dan Sulawesi 62%. Sementara untuk di Jawa Barat dan Jakarta perolehan suara Jokowi bisa dibilang kalah dengan Prabowo,” ungkapnya.

Lebih lanjut Budiman mengatakan, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi PDIP dan Partai koalisi untuk mendongkrak suara Jokowi di dua tempat tersebut.

 

“Saya sendiri pada dua periode sebelumnya berangkat di daerah pemilihan Jawa Tengah. Namun kini di periode ketiga di tugaskan oleh Partai PDIP untuk mencalonkan di daerah pemilihan Jawa Timur,  utamanya Dapil VII yang meliputi Trenggalek,Ponorogo, Pacitan, Magetan dan Ngawi,” terangnya.

 

Budiman juga menyampaikan, terkait Dana Desa selama pemerintahan Jokowi, pemerintah pusat telah menggelontorkan Dana Desa sebesar Rp 187 trilyun. Apabila Jokowi terpilih sebagai Presiden untuk yang kedua kalinya maka bisa di pastikan Dana Desa akan dipastikan naik menjadi 400 trilyun.

 

“Selain Dana Desa, Jokowi di tahun ini telah mengalokasikan Dana Kelurahan, dimana tiap tiap kelurahan di perkirakan menerima dana tersebut kurang lebih 300 juta pertahunnya,” ucapnya.

 

Selain Dana Desa, tambah Budiman, rencana program selanjutnya pada segi pendidikan Jokowi akan meluncurkan Kartu Indonesia Pintar yang di peruntukkan bagi mahasiswa terutama bagi mahasiswa yang di kategorikan tidak mampu secara ekonomi.

 

“Maka jika koalisi partai pendukung Jokowi mampu mendapatkan lebih dari 58% kursi di DPR-RI maka perjalanan penganggaran untuk kesejahteraan rakyat tidak ada yang mengganggu,”pungkasnya.(dik/ham)