Komisi II Dewan Trenggalek Minta Pariwisata Dikembangkan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur meminta Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat, agar terus meningkatkan potensi wisata yang ada sekarang ini.

Alasan ini , karena potensi yang ada selama ini , masih banyak yang belum tersentuh rencana pengembangan , malah cenderung terbiarkan sehingga mempengaruhi pendapatan daerah.

H Mugiyanto, Ketua Komisi II Bidang Anggaran DPRD Kabupaten Trenggalek mengatakan, selain sejumlah tempat wisata yang telah dikelola piha Pemkab setempat , masih ada beberapa tempat wisata yang terbengkelai dan belum masuk pada data induk perencanaan.

“Banyak yang belum terlaporkan wahana wisata yang kini belum tersentuh di pembicaraan melalui dinas, padahal potensi itu sudah dikelola puluhan tahun,”ucapnya, Senin,(11/3) di Trenggalek.

Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, Pemandian Tapan yang selama ini berdiri sudah puluhan tahun, tetapi kurang adanya inovasi dan pendekatan dari dinas sehingga kini terbengkelai dan malah kurang diminati pengunjung.

“Padahal Tapan itu punya segudang potensi wisata, kenapa tidak ada greget untuk promosi lagi sembari dibenahi infrastrukturnya?” balik tanya Mugiyanto.
Sementara , pria yang biasa disapa Kang Obeng ini juga menyindir infrastruktur yang ada di kolam renang Tirta Jwalita yang hak pengelolaannya ada di Pemkab Trenggalek. Terkesan tak terurus dan kurang inovasi terbaru.

“Itu kolam renang Tirta Jwalita harusnya ada plan terbaru yang memungkinkan makin diminati pengunjung, jangan sudah jadi tapi pengelolaannya kurang baik,”ungkapnya.

Dia beralasan, justru pembangunan sekarang ini harusnya dibuka pintu masuk dari sektor pariwisata yang unggul sehingga akan mempengaruhi sektor yang lain seperti ekonomi , sosial, pendidikan dan kesehatan masyarakat Trenggalek itu sendiri.

“Jika sudah unggul di pariwisatanya, maka tentu akan berpengaruh pada ekonomi yang efeknya pada peningkatan mutu sosial masyarakatnya,”tegasnya.
Peningkatan sosial sendiri, masih menurutnya, jelas berdampak pada kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakatnya.

“Itu yang harus menjadi pola pikir kita sekarang, pembangunan pariwisata,”tandasnya.

Sementara , Sunyoto Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, menegaskan, pihaknya telah mempunya tujuh tempat wisata yang telah dikelola, seperti Pantai Prigi, Pantai Karanggongso, Pantai Simbaronce, Pantai Pelang, Hutan Kota, Guo Lowo serta Kolam Renang Tirta Jwalita.

“Untuk yang akan diprioritaskan kedepan adalah pantai Blado, pantai Konang, pantai Kili-kili, pemandian Tapan dan pantai Ngampiran, semua itu sesuai rencana data induk pembangunan di kepariwisataan,”terangnya.

Renacananya ini nanti, masih dikatakannya, akan segera dimasukkan dahulu dan dibuatkan KSO dengan perencanaan di tahun ini. Sedangkan yang saat ini telah di kelola oleh masyarakat, diharapkan dapat mendorong peran serta masyarakat terkait kepariwisataan.

“Dengan memaksimalkan kelompok sadar wisata agar bisa mengelola objek wisata dalam kerjasama dengan pemerintah maupun secara mandiri, seperti pemandian Tapan dan wahana yang lain,”pungkasnya.(dik/ham)