Plt Bupati Trenggalek Resmikan Uji Kir dan launching Pelayanan Online

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt. Bupati Trenggalek,Jawa Timur, H. Moch Nur Arifin resmikan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) milik Dinas Perhubungan setempat. Bersamaan itu juga dilakukan launching Sistem Integrasi Pelayanan Online KIR (SIP-OK), sebagai sistem yang digunakan oleh para pemilik kendaraan untuk melakukan pembayaran non tunai Uji Kir.

Seperti diketahui kini Dinas Perhubungan kini telah diakusisi oleh pusat melalui kewenangan pihak Propinsi Jatim, sehingga UPTD PKB Dishub Trenggalek bakal melayani PKB di daerah tetangga seperti Tulungagung, dan Ponorogo yang telah resmi ditutup.

Plt. Bupati Trenggalek H. Moch Nur Arifin, mengatakan dengan pola baru yang menggunakan sistem SIP-OK itu akan  menghindari dari pelayanan yang tidak sesuai prosedur dimungkinkan dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Dengan sistem pembayaran non tunai ini akan menciptakan pola baru menuju transparansi,”ucapnya, Senin, (11/3) di Trenggalek.

Sehingga, pasca dilaunching, nantinya seluruh pelayanan akan dilakukan secara online, dan non tunai, yang  terhubung dengan Dishub Provinsi Jatim serta Kemenhub.

“Inilah salah satu upaya kami dalam memberikan layanan public terhadap masyarakat, dan nantinya akan ada sosialisasi penggunaan aplikasi untuk mendukung SIP-OK,” ungkapnya.

Dalam melakukan pelayanan di Kantor UPTD PKB Trenggalek ini, selain pengujian kendaraan (uji KIR) juga ada berbagai fasilitas lainnya, seperti bengkel kendaraan, cuci kendaraan, dan sebagainya.

“Jika nantinya dalam melaksanakan uji KIR, ditemukan beberapa kendaraan yang tidak layak, seperti rem tidak berfungsi optimal dan sebagainya, dapat langsung diperbaiki dan dilakukan pengujian kembali,”terangnya.

Selain itu juga ada berbagai fasilitas lain , sembari menunggu kendaraan melakukan uji kir, seperti kantin, musala, wifi, dan sebagainya.

“Fasilitas itu kami adakan untuk memanjakan para penunggu, dan untuk pelayanan uji KIR sendiri maksimal satu jam sudah selesai,”lanjutnya.

Ditambahkan, terkait sistem pelayanan uji KIR yang memadukan dengan sistem online, juga pembayaran secara non tunai yang nantinya diterapkan, merupakan inovasi pertama di Jatim. Diharapkan, dengan sistem pelayanan tersebut UPTD PKB Dishub Trenggalek bisa memperbaiki akreditasi, dari B menjadi A.

“Selesainya tempat pengujian kendaraan dari yang semula direncanakan empat tahun menjadi dua tahun merupakan kerjasama berbagai pihak termasuk wakil rakyat. Dan, nanti kami akan berupaya di tahun ini bisa meningkatkan akreditasi menjadi A,”tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Trenggalek , Sigid Agus Hari Basoeki menambahkan, dengan adanya tempat uji KIR yang baru, juga inovasi pelayanan secara online, diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran pemilik kendaraan angkutan baik angkutan barang maupun orang agar sadar dalam melakukan Uji KIR.

“Dalam hal ini Dishub bukan hanya mementingkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor uji KIR semata, juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Sebab salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas adalah kendaraan tak layak jalan, yang dalam arti tidak melakukan uji KIR,”pungkasnya.(ham)

WELAS ARSO