Hidrosefalus Membuat Aril Aldiansah Hanya Bisa Terbaring Lemah

Hidrosefalus merupakan penyakit adanya penumpukan cairan pada otak.(foto Eko Purwanto_kanalindonesia.com)

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Penyakit Hidrosefalus membuat Ari Aldiansyah, anak dari pasangan Ahmad Safi’i dan Hidayatul Ulfa warga kelurahan Bandengan, Kendal hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur.

Aril Aldiansah yang baru usia tiga tahun ini sudah menderita penyakit penumpukan cairan di otak sejak usia tiga bulan. Ayahnya yang hanya bekerja nelayan dengan penghasilan pas pasan tidak mampu untuk melakukan pengobatan untuk anak pertamanya.

Dengan kondisi yang memperihatinkan. Tubuhnya lemah tidak seperti anak seusianya.

Aril Aldiansah, dirinya hanya dapat terbaring lemah dengan kepala yang sedikit lebih membesar dibandingkan kepala anak pada umumnya. Bahkan badannya pun juga tak jauh beda dengan badan adiknya yang baru berusia satu tahun.

Safi’i orang tua Aril mengatakan bahwa anaknya sudah pernah menjalani perawatan di RSUP Kariadi. Namun karena terbentur biaya dirinya harus menghentikan pengobatan.

“Awal mulanya anak saya menderita panas, kemudian saya bawa ke puskemas dan disarankan ke rumah sakit dan dinyatakan Hidrosefalus. Karena anak saya tidak terdaftar di BPJS maka pengobatan terpaksa terhenti,” jelasnya, Jumat (15/3).

Safi’i rofesi hanya beketja sebagai nelayan yang berpenghasilan pas-pasan tidak mampu melanjutkan pembiayaan pengobatan anaknya itu. Bahkan untuk tempat tinggal saja dirinya terpaksa mengontrak di sebuah rumah yang terbuat dari papan dan beralaskan tanah. Tak jarang rumahnya itu juga sering terdampak oleh pasangnya air laut.

“Ada orang yang memberikan sedikit sumbangan untuk melakukan kontrol kesehatan anak saya ke rumah sakit, karena jika menggunakan uang kami sendiri untuk kontrol ke dokter kami tidak ada biaya,” ucapnya.

Sementara itu, Ulfa ibu dari Aril mengatakan dirinya sering memberikan perhatian ekstra kepada anak pertamanya itu. Jika lengah sedikit saja maka anaknya sering dirubung oleh semut-semut sehingga membuat luka pada badan anaknya.

“Kalau ditinggal sendirian anak saya sering digigit semut. Di gigitnya dibagian mata sama telinga. Makanya sering diawasi,”katanya.

Diketahui bahwa penyakit Hidrosefalus ini dikarenakan menumpukan cairan pada otak sehingga kepala penderita menjadi besar. Penyakit ini juga dapat menggangu tumbuh kembang anak dan menurukan kemampuan otak pada penderita.(eko)

WELAS ARSO