Kepindahan Warga Desa Watubonang, Pemkab Ponorogo Belum Akan Lakukan Penjemputan

Bupati Ipong Mukhisoni(foto:dok_kanalindonesia.com)

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pemkab Ponorogo belum merencanakan untuk menjemput warga dari Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, dari perpindahannya ke Desa Kasembon, Malang.

“Untuk sementara, sampai hari ini beum ada keinginan itu,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muclissoni di Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Kamis (14/03/2019).

Ada beberapa pertimbangan Bupati Ipong sehingga rencana penarikan atau penjemputan warga ini belum menjadi rencana Pemkab ponorogo.

“Satu, sepertinya mereka ini disembunyikan. Sebab ada yang mengatakan tidak ada warga Ponorogo di Kasembon begitu,” ujarnya.

Dikatakan Bupati Ipong, bahwasanya pihaknya mendapat laporan yang menyebutkan sudah ada 42 warga Ponorogo yang cukup lama berada di Kasembon dan baru saja ada 52 orang yang menyusul.

“Pemkab Ponorogo harus benar-benar memiliki alasan atau dasar sebagai acuan untuk memulangkan warganya tersebut,”terang Ipong.

Dituturkannya, kuncinya dari persoalan ini ada di MUI Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Terutama untuk menyatakan apakah ajaran dalam thoriqoh AS ini benar atau sesat.

“Kalau sesat kita akan tarik. Kalau tidak (sesat), atau dianggap sesuatu yang biasa, maka tidak ada alasan kita untuk memulangkan atau menarik mereka. Tapi kalau menghimbau dengan mendatangi supaya pulang, itu bisa kita lakuan. Mungkin itu yang akan kita lakukan,” tambahnya.

Soal rumah, mobil, tanah atau harta warga yang sudah terjual, Bupati Ipong menyatakan hal itu akan dibicarakan dengan kepala desa dan tokoh-tokoh di daerah tersebut.

“Yang jelas pemerintah tidak punya mekanisme untuk mengganti barang pribadi yang sudah dijual oleh masyarakat,” lanjutnya.

Pemkab Ponorogo juga masih akan melakukan pengecekan terhadap kebenaran keberadan warganya di sana.

Laporan yang masuk ke meja bupati, selain warga Desa Watubonang, ada juga satu keluarga di Desa Tatung, Kecamatan Balong dan tiga keluarga di Desa Semanding, Kecamatan Kauman yang diindikasikan juga sudah ‘pindah’ ke Malang akibat ajaran dan kabar kiamat sudah dekat ini.

“Kita sudah minta ke kadesnya untuk mencari,” kata Bupati Ipong.

Soal penyelidikan terhadap ajaran yang disebut thoroqioh AS ini, Bupati Ipong mengatakan hal ini bukan ranah Pemkab Ponorogo.

“Ponorogo ini kan hilirnya, sumbernya kan di Kasembon. Tapi kita minta ke ormas keagamaan, majelis ulama untuk tidak capek-capek untuk lakukan pembekalan dakwah kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh pada hal-hal seperti ini,” pungkasnya.

WELAS ARSO