Polisi Telusuri Isu Kiamat Sudah Dekat Yang Meresahkan Masyarakat

Foto: Ist

BATU, KANALINDONESIA.COM: Kepolisian Resort Batu melakukan penelusuran terkait adanya informasi mengenai doktrin kiamat sudah dekat dan beberapa informasi lainnya yang meresahkan warga yang sudah beredar di media sosial dan media massa.

Dalam informasi yang beredar mengatasnamakan Pondok Pesantren (Ponpes) di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang yang bernama Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin disebut menyebarkan ajaran yang meresahkan tersebut.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengungkapkan tengah menelusuri siapa yang menyebarkan informasi yang dianggap mengerikan yang tersebar seperti perintah memotong tangan anak kecil kalau terjadi paceklik.

“Kita akan selidiki informasi yang beredar siapa yang menyebarkannya karena ini menyesatkan dan membuat gaduh di masyarakat,” ungkap Budi Hermanto.

Ia bahkan telah berkoordinasi dengan Polres Ponorogo untuk melakukan penyelidikan terkait siapa yang mempelintir informasi mengatasnamakan Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin dan menyebarkannya di Ponorogo.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Ponorogo dan melakukan penyelidikan terkait siapa yang menyebarkan isu ini sehingga membuat resah masyarakat.,” ucapnya Kamis (14/3/2019) ditemui di Mapolres Batu.

Dirinya juga meminta masyarakat tetap tenang dan terpengaruh adanya isu akan ada huru – hara dan paceklik hingga harus memotong tangan anak kecil.

“Kita minta masyarakat tetap tenang. Semua sudah clear, kita akan kordinasi dengan Ponorogo dan instansi terkait lainnya di Kabupaten Malang,” lanjutnya.

Sebelumnya isu doktrin kiamat sudah dekat menyebar di Ponorogo dan viral di media sosial. Isu tersebut di atasnamakan salah satu Pondok Pesantren di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, yaitu Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin.